Tampilkan postingan dengan label Seni Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Cirebon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2016

Coming Soon, Cirebon Fashion Carnival 2016


Cirebonmedia.com – Kabupaten Cirebon adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur dan berbatasan dengan Jawa Tengah. Dalam sektor budaya dan kesenian, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah dengan nilai nilai budaya terbanyak di Indonesia.Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Cirebon merupakan perpaduan dari berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng, Sintren, Kesenian Gembyung, dan Sandiwara Cirebon. Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Lukisan Kaca, Bunga Rotan, Batik dan Topeng Cirebon.
Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Cirebon, pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki event rutin yang diadakan tiap tahunnya, yaitu event Cirebon Fashion Carnival. Pada tahun 2016 ini, event Cirebon Fashion Carnival akan diadakan pada bulan Mei 2016 mendatang. Cirebon Fashion Carnival 2016 adalah suatu event karnaval busana yang tidak jauh berbeda dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Pada acara Cirebon Fashion Carnival tahun 2015 lalu, pemerintah Kabupaten Cirebon juga bekerjasama dengan Dynand Fariz pendiri JFC Center. Event Cirebon Fashion Carnival 2016 ini akan mengambil tema “The Imagine Of Mask“, dimana dalam event itu akan menampilkan budaya/kesenian khas dari 40 Kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Image By: DISBUDPARPORA Kab. Cirebon
Image By: DISBUDPARPORA Kab. Cirebon
Peserta talent Cirebon Fashion Carnival 2016 akan diisi oleh kalangan umum maupun pelajar yang ada di Kabupaten Cirebon atau dari luar Kabupaten Cirebon. Para peserta diwajibkan membuat kostum dengan tema “The Imagine Of Mask” dengan menggunakan bahan dasar batik, baik tulis maupun cap. Peserta dibebaskan mengeksplorasi dan menjabarkan tema melalui design kostum, figur dan properti yang diperlukannya, serta harus menyampaikan deskripsi mengenai design yang dibuatnya. Sebelum puncak acara Cirebon Fashion Carnival 2016, akan dilakukan 2 kali workshoppemgarahan dan pelatihan talent untuk puncak acara.
Diharapkan dengan adanya Cirebon Fashion Carnival dapat memperkenalkan dan mempromosikan seni, budaya serta pariwisata Cirebon untuk menarik para wisatawan. Dengan majunya pariwisata di Cirebon juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cirebon menjadi lebih baik lagi.

Sumber :

Senin, 08 Februari 2016

Seni Lukis Kaca Cirebon Yang Memiliki Nilai Sejarah Tinggi


Cirebonmedia.com– Kota Cirebon merupakan kota dengan beragam seni dan budaya yang konon katanya sudah ada sejak abad ke 17 Masehi, dan salah satu seni yaitu Lukisan Kaca yang telah dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembangannya Agama Islam di Pulau Jawa yang diperankan oleh para wali Allah,  Pada masa pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, Lukisan Kaca Cirebon sangat terkenal sebagai media dakwah Islam yang berupa Lukisan Kaca Kaligrafi dan berupa Lukisan Kaca pawayangan yang menceritakan tentang Islam.
Pengaruh Islam yang disebarkan oleh para wali juga menjadi ciri khas dari lukisan kaca Cirebon. Bahkan setelah pengaruh China, gambar-gambar yang dihasilkan seniman tradisional selalu berhubungan dengan Islam seperti gambar kabah, masjid dan kaligrafi berisi ayat-ayat Al-quran atau Hadis shahih.
lukisan kaca cirebon 500X500
Image By: Google.com
Pengaruh cerita wayang berasal dari pertunjukan wayang yang diperagakan para wali untuk menyebarkan agama Islam. Kuatnya kepercayaan tokoh wayang yang baik, membuat para pengrajin lukisan kaca selalu menampilkan tokoh seperti Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana, dan lain-lain.
Sejak itu lukisan kaca dikenal orang sebagai media dakwah dengan munculnya Lukisan Kaca Kaligrafi Islam, di mana pada setiap lukisan kaca akan banyak ditemui tulisan yang berasal dari cuplikan Ayat Al-Qur’an dan Hadist.
Semakin lama Lukisan Kaca Cirebon semakin berkembang dengan keragaman objek yang ditampilkan, objek Wayang dan objek Batikan makin mewarnai desain Lukisan Kaca Cirebon. Pada abad ke-19, lukisan kaca Cirebon cenderung mengambil tema wayang. lukisan kaca khas Cirebon mungkin tampak seperti lukisan yang dibingkai dan dilapisi kaca biasa.
 Padahal, lukisan ini justru dilukis di atas kaca. Berbeda dengan pelukis kaca dari Jawa Tengah yang biasa melukis di atas kaca dari depan dan mengandaikan kaca layaknya kanvas, pelukis kaca dari Cirebon justru melukis kaca dari belakang. Menggunakan teknik lukis terbalik dengan mechanical pen, lukisan ini memang unik dan membutuhkan keahlian tersendiri. Cat yang digunakan untuk melukis di kaca ini sama seperti cat untuk melukis di media kanvas. Pelukis kaca ini menempatkan semacam kayu panjang di antara lukisannya, untuk menyangga tangannya agar tidak menyentuh lukisan yang baru dipoles.
Namun, dalam era persaingan globalisasi, lukisan kaca kini semakin tersisih seiring membanjirnya produk-produk lain yang lebih modern. Lukisan kaca harus bersaing ketat untuk merebut perhatian konsumen. Saat ini, tidak mudah untuk menemukan penjual lukisan kaca. Beberapa penjual bisa ditemui di emperan peran pemerintah diharapkan dapat kembali menumbuhkan eksistensi lukisan kaca dikancah Internasional.

Sumber :

Rabu, 27 Januari 2016

Tari Topeng Beling


Cirebonmedia.com- Cirebon merupakan satu daerah yang terletak di ujung timur Provinsi Jawa Barat. Daerah yang merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah ini membuat proses alkulturasi budaya pun terjadi antara dua kultur masyarakat Sunda dan Jawa. Ada salah satu kesenian Cirebon yang merupakan hasil alkulturasi yaituTopeng Beling.
Topeng Beling merupakan salah satu seni tari yang tumbuh dan berkembang di Cirebon tepatnya yaitu di Sanggar Seni Sekar Pandan yang berada di komplek Keraton Kacirebonan. Tari Topeng Beling ini diciptakan oleh Elang Heri Komarahadi pada tahun 1995. Tari Topeng Beling ini merupakan perpaduan dari unsur debus dan tari Topeng Cirebon. Topeng Beling sama seperti tari Topeng Cirebon pada umumnya yaitu mengenakan topeng atau kedok.
IMG_6174
Image By: Cirebon Media/ Bima
Selain itu, Topeng Beling ini juga dipentaskan oleh kaum laki-laki, berbeda dengan tari Topeng Cirebon yang bisa ditarikan oleh penari perempuan. Dimana untuk menarikan Topeng Beling ada beberapa persyaratan yang harus dikuasi oleh penari tersebut yang diantaranya, penari Topeng Beling selain harus menguasai tari Topeng Cirebon itu sendiri dan juga harus menguasai keahlian atraksi debus. Hal ini dikarenakan dalam pertunjukan Topeng Beling terdapat atraksi debusnya yaitu, penari Topeng Beling sesekali menari di atas beling.
Topeng Beling terdiri dari dua kata yaitu Topeng dan Beling. Menurut pendapat umum, istilah kata topeng mengandung pengertian sebagai penutup muka/kedok. Sedangkan “Beling” adalah kata serapan dari bahasa Sunda yang artinya pecahan kaca. Berdasarkan istilah itu, dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Beling adalah sebuah tarian yang menggunakan penutup muka (kedok) dan menari di atas pecahan kaca.
Dalam perkembangannya, tari Topeng Beling ini sudah dipentaskan di beberapa tempat diantaranya di Taman Mini Indonesia Indah, Taman Budaya Jakarta, Solo dalam acara FKN, dan Taman Budaya Jawa Barat. Topeng Beling ini juga pernah mendapatkan penghargaan tata tari terbaik se-Jawa Barat, yang akhirnya Topeng Beling ini menjadi salah satu maskot tari Kota Cirebon. Namun, keberadaan Topeng Beling pada saat ini belum diketahui oleh masyarakat luas meskipun Topeng Beling ini sudah menjadi salah satu maskot Jawa Barat.
Sumber :