Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cirebon. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Januari 2018

Kesenian Tarling. Sumber: kabar cirebon
Tarling merupakan kesenian khas dari wilayah pesisir timur laut Jawa Barat (Indramayu-Cirebon dan sekitarnya). Bentuk kesenian ini pada dasarnya adalah pertunjukan musik, namun disertai dengan drama pendek. Nama "tarling" diambil dari singkatan dua alat musik dominan: gitar akuistik dan suling. Selain kedua instrumen ini, terdapat pula sejumlah perkusi, saron, kempul, dan gong.
Awal perkembangan tarling tidak jelas. Namun demikian, pada tahun 1950-an musik serupa tarling telah disiarkan oleh RRI Cirebon dalam acara "Irama Kota Udang", dan menjadikannya populer. Pada tahun 1960-an pertunjukan ini sudah dinamakan "tarling" dan mulai masuk unsur-unsur drama.
Semenjak meluasnya popularitas dangdut pada tahun 1980-an, kesenian tarling terdesak. Ini memaksa para seniman tarling memasukkan unsur-unsur dangdut dalam pertunjukan mereka, dan hasil percampuran ini dijuluki tarling-dangdut (atau tarlingdut). Selanjutnya, akibat tuntutan konsumennya sendiri, lagu-lagu tarling di campur dengan perangkat musik elektronik sehingga terbentuk grup-grup organ tunggal tarling organ. Pada saat ini, tarling sudah sangat jarang dipertunjukkan dan tidak lagi populer. Tarling dangdut lebih tepat disebut dangdut Cirebon.
Sejarah Tarling Cirebonan

Kesenian Tarling. Sumber: radar cirebon
Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai utara (pantura), terutama Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, kesenian tarling telah begitu akrab. Alunan bunyi yang dihasilkan dari alat musik gitar dan suling, seolah mampu menghilangkan beratnya beban hidup yang menghimpit. Lirik lagu maupun kisah yang diceritakan di dalamnya, juga mampu memberikan pesan moral yang mencerahkan dan menghibur.
Meski telah begitu mengakar dalam kehidupan masyarakat, tak banyak yang mengetahui bagaimana asal-usul terciptanya tarling. Selain itu, tak juga diketahui dari mana sebenarnya kesenian tarling itu terlahir.
Namun yang pasti, tarling merupakan kesenian yang lahir di tengah rakyat pantura, dan bukan kesenian yang 'istana sentris'. Karenanya, tarling terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, dan tidak terikat ritme serta tatanan tertentu sebagaimana seni yang lahir di tengah 'istana'.
Melodi Kota Ayu dan Melodi Kota Udang
Sebelum 'resmi' bernama tarling, kesenian ini dikenal dengan sebutan 'melodi kota ayu' di Kabupaten Indramayu, dan 'melodi kota udang' di Cirebon. Pada 17 Agustus 1962, ketua Badan Pemerintah Harian (BPH, sekarang DPRD) Kabupaten Cirebon, menyebut kesenian itu dengan sebutan tarling.
Nama tarling itu diidentikkan dengan asal kata 'itar' (gitar dalam bahasa Indonesia) dan suling (seruling). Versi lain pun mengatakan bahwa tarling mengandung filosofi 'yen wis mlatar kudu eling'' (jika sudah berbuat negatif, maka harus bertaubat).
Salah seorang tokoh seni asal Kabupaten Indramayu, Supali Kasim, membuat catatan tersendiri soal tarling dalam bukunya yang berjudul Tarling, Migrasi Bunyi dari Gamelan ke Gitar-Suling. Dalam buku itu dia menuturkan, asal tarling mulai muncul sekitar tahun 1931 di Desa Kepandean, Kecamatan / Kabupaten Indramayu. Saat itu, ada seorang komisaris Belanda yang meminta tolong kepada warga setempat yang bernama Mang Sakim, untuk memperbaiki gitar miliknya. Mang Sakim waktu itu dikenal sebagai ahli gamelan.
Usai diperbaiki, sang komisaris Belanda itu ternyata tak jua mengambil kembali gitarnya. Kesempatan itu akhirnya dipergunakan Mang Sakim untuk mempelajari nada-nada gitar, dan membandingkannya dengan nada-nada pentatonis gamelan.
Hal itupun dilakukan oleh anak Mang Sakim yang bernama Sugra. Bahkan, Sugra kemudian membuat eksperimen dengan memindahkan nada-nada pentatonis gamelan ke dawai-dawai gitar yang bernada diatonis.
Karenanya, tembang-tembang (kiser) Dermayonan dan Cerbonan yang biasanya diiringi gamelan, bisa menjadi indah dengan iringan petikan gitar. "Keindahan itupun semakin lengkap setelah petikan dawai gitar diiringi dengan suling bambu yang mendayu-dayu," ujar Supali.
Alunan gitar dan suling bambu yang menyajikan kiser Dermayonan dan Cerbonan itu pun mulai mewabah sekitar dekade 1930-an. Kala itu, anak-anak muda di berbagai pelosok desa di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, menerimanya sebagai suatu gaya hidup.
Bahkan pada 1935, alunan musik tarling juga dilengkapi dengan kotak sabun yang berfungsi sebagai kendang, dan kendi sebagai gong. Kemudian pada 1936, alunan tarling dilengkapi dengan alat musik lain berupa baskom dan ketipung kecil yang berfungsi sebagai perkusi.
Sugra dan teman-temannya pun sering diundang untuk manggung di pesta-pesta hajatan, meski tanpa honor. Biasanya, panggung itu pun hanya berupa tikar yang diterangi lampu patromak (saat malam hari).
Tak berhenti sampai di situ, Sugra pun melengkapi pertunjukkan tarlingnya dengan pergelaran drama. Adapun drama yang disampaikannya itu berkisah tentang kehidupan sehari-hari yang terjadi di tengah masyarakat. Akhirnya, lahirlah lakon-lakon seperti Saida-Saeni, Pegat Balen, maupun Lair Batin yang begitu melegenda hingga kini. Bahkan, lakon Saida-Saeni yang berakhir tragis, selalu menguras air mata para penontonnya.
Tak hanya Sugra, di Kabupaten Indramayu pun muncul sederet nama yang melambungkan tarling hingga ke berbagai pelosok daerah. Di antara nama itu adalah Jayana, Raden Sulam, Carinih, Yayah Kamsiyah, Hj Dariah, dan Dadang Darniyah. Pada dekade 1950-an, di Kabupaten Cirebon muncul tokoh tarlig bernama Uci Sanusi.
Kemudian pada dekade 1960-an, muncul tokoh lain dalam blantika kesenian tarling, yakni Abdul Ajib yang berasal dari Desa Buyut, Kecamatan Cirebon Utara, Kabupaten Cirebon, dan Sunarto Marta Atmaja, asal Desa Jemaras, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.
Seni tarling saat ini memang telah hampir punah. "Namun, tarling selamanya tidak akan bisa dipisahkan dari sejarah masyarakat pesisir pantura Dermayon dan Cerbon," tandas Supali.
Sumber: wisatadanbudaya

Senin, 13 Juni 2016

Masjid Bersejarah Di Indonesia Yang Cocok Untuk Wisata Religi

Foto: Salah satu masjid bersejarah yang ada di Indonesia. @google 
Peradaban di negeri Indonesia sudah terjadi sejak puluhan ribu tahun silam, dari kepercayaan hingga budaya yang ada sudah mengalami beberapa perubahan sejak pertama daratan Indonesia mulai dihuni. Hal tersebut terlihat dari sebuah relief dan bangunan-bangunan peninggalan sejarah masa lampu dan tak terkecuali Masjid. Ya, ada beberapa masjid bersejarah di Indonesia yang memiliki cerita tersendiri saat proses pembuatannya.
Memasuki bulan suci Ramadhan seperti saat ini, memilih wisata religi merupakan suatu pilihan tepat karena dapat menambah ilmu baru bagi kita yang melakukannya, dan masjid bersejarah di Indonesia merupakan tujuan wisata yang wajib dikunjungi jika ingin melakukan wisata religi saat bulan Ramadhan.
Akulturasi budaya sangat mempengaruhi masjid bersejarah di Indonesia, dah hal inilah yang membuat masjid tersebut memiliki keunikan tersendiri serta kental akan nilai sejarah. Lalu, apa saja masjid bersejarah di Indonesia yang sangat cocok untuk wisata religi di Bulan Ramadhan? Berikut rangkumannya:
  

Kamis, 09 Juni 2016

Tips Mudah Membuat Sketsa Wajah

Foto: Membuat Sketch Wajah dengan mudah. @google

 Seni adalah suatu keindahan yang ada di dunia, tercipta dari tangan dan kreatifitas manusia. Seni sendiri dibagi ke beberapa bagian dan salah satunya ialah seni lukis. Seni lukis sendiri memiliki beragam varian dan salah satu yang populer adalah Sketsa Wajah.
Menggambar sketsa adalah bagian dasar dari menggambar, sedangkan menggambar adalah kegiatan dasar dari seni rupa, baik seni rupa berbentuk dua dimensional maupun tiga dimensional. Pikiran seorang seniman dapat divisualisasikan dalam wujud sketsa hanya dengan menggunakan secarik kertas dan sebuah pensil.
Kegiatan manusia membuat sketsa telah menjadi tradisi sejak zaman Renaissance. Seniman tradisional di Indonesia, khususnya di Bali sudah membuat sketsa sejak zaman dahulu yang disebut ngreka. Kegiatan pembuatan sketsa ini mendahului kegiatan melukis tradisional. Seniman melakukan Ngreka dengan membuat berbagai bentuk di atas kanvas tradisional, ngereka ini menggunakan alat tajam dari bambu yang diraut untuk dipakai sebagai pena. Tintanya terbuat dari jelaga yang dicampur dengan cairan perekat ancur. Saat ini bahan-bahan tradisional tersebut telah diganti dengan alat dan bahan yang lebih modern, peralatan berupa pena dan bahan berupa tinta Cina hitam.
Sketsa sendiri bermacam-macam ada sketsa wajah, benda, dan pemandangan. Sketsa Wajah muncul sebagai yang nomor satu karena mampu menarik perhatian banyak orang dengan menampilkan sesosok wajah dari suatu individu. Wajah sendiri bagian dasar dari anatomi manusia, dan menampilkan berbagai emosi. Wajah manusia umumnya merupakan titik terpenting dalam sebuah gambar, dan kesalahan sedikit saja dapat menyampaikan pesan yang salah.
Bisa dikatakan membuat sketsa wajah susah-susah gampang, kita harus cermat dan tekun jika ingin menguasai tekniknya sehingga dapat menghasilkan suatu karya yang baik dan bernilai.
Ada Tips yang harus dipelajari jika ingin bisa membuat sketsa wajah, berikut tips nya:

Trik Untuk Sortir Foto

Foto: Begini cara menyortir foto. @cirebonmedia/bima

Saat melakukan pemotretan suatu kegiatan atau event dengan objek yang menarik tentu kita akan menghasilkan banyak foto. Kita akan memencet shutter secara beringas dari berbagai posisi dalam satu adegan. Setelah semua foto yang kita hasilkan dipindahkan ke komputer untuk di review kita akan mengalami keraguan untuk menentukan foto mana yang akan kita unggah atau digunakan karena hasil foto yang tidak sedikit. Jika sudah demikian kita akan merasa bingung dan ragu dalam memilih foto, untuk itu ada beberapa trik untuk menyortir sekumpulan foto agar mendapat pilihan yang sesuai dan terbaik.
Pertama, buatlah folder sesuai tema. Mengelompokkan foto dalam tema yang sama misalkan street photography, arsitektur, selfie, dan lainnya akan mendorong mata membuat skala prioritas yang produktif. Dengan cara yang agak berbeda, kebiasaan membuat hashtag di media sosial ikut membantu pekerjaan tematik seperti ini.
Kedua, sortir foto yang tidak tajam, blur atau backlight. Bisa langsung dihapus, bisa dipertahankan karena siapa tau akan diperlukan suatu saat. Selain itu, ‘foto-foto rusak’ dapat menjadi sarana intropeksi dan media pembelajaran seiring waktu. Kalau saat ini masih blur atau tidak fokus, pada pemotretan berikutnya hindari kesalahan yang sama.

Jumat, 27 Mei 2016

Apakah Benar Benua Atlantis Itu Indonesia?

Foto: Benua Atlantis diperkirakan adalah Indonesia. @Google
Peradaban manusia tempo dulu sebenarnya bukan suatu peradaban yang sangat terbatas, hal tersebut diperkuat dengan bukti-bukti sejarah bahwa peradaban tempo dulu sudah sangat maju, seperti contoh Candi Borobudur, Piramida di Mesir serta Coloseum di Roma menegaskan bahwa di masa lampau manusia sudah mampu menghasilkan hal-hal yang fantastis yang tak kalah dengan era modern seperti saat ini dan yang menjadi banyak perbincangan adalah benua yang hilang yaitu Atlantis.
Misteri Benua Atlantis muncul saat pertama kali dibicarakan oleh seorang filsafat yunani yaitu  Plato pada tahun 427-437 SM dalam bukunya yang berjudul Critias dan Timaeus. Dalam bukunya ia menceritakan jika Benua Atlantis merupakan sebuah pulau besar yang dikelilingi oleh pulau saat akan berperang melawan Yunani tiba-tiba terjadi bencana gempa bumi dan dalam waktu satu malam akhirnya benua tersebut lenyap.
Berdasarkan referensi Plato, Benua Atlantis berada di daratan yang rata dan halus, serta memiliki turunan menuju laut dan dikelilingi oleh pengunungan yang indah, besar dan kecil. Namun, ada beberapa ahli mengungkapkan bahwa benua yang memiliki peradaban yang sangat maju di tempo dulu ini terletak di negara Indonesia.
Ada beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa benua tersebut memang berada di Indonesia. Peneliti asal Brazil, Prof. Arysio Nunes do Santos, dari hasil penelitiannya menyatakan Atlantis terletak di Indonesia. Kemudian, ilmuwan Stephen Oppenheimer dalam bukunya “Eden in The East” menyebutkan bahwa  Atlantis berada di Asia Tenggara. Hasil dari kedua peneliti tersebut diperkuat dengan pernyataan pakar Hidrologi Indonesia yaitu Dhani Irwanto, ia memperkirakan Atlantis terdapat di Laut Jawa.
Benua yang Hilang
Dalam penelitiannya selama 30 tahun, Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Perbandingan yang dikemukakan oleh ilmuwan asal negeri Samba tersebut memperkuat teori bahwa Atlantis memang berada di Indonesia, karakteristik yang di tuliskan oleh Plato memiliki kemiripan yang mengerucut ke negara berlambang burung Garuda.
Hasil penelitian yang dilakukan Santos menua pro dan kontra, akan tetapi masyarakat Jawa tempo dulu sudah dikenal memiliki peradaban maju dan hal tersebut merupakan sebuah bukti bahwa Benua Atlantis memang pernah ada. Dan kemungkinan besar adalah Indonesia.

Sumber: http://www.cirebonmedia.com/whats-on/2016/05/27/apakah-benar-benua-atlantis-itu-indonesia/
 

10 Fakta Unik Tentang Indonesia

Foto: Negara dengan beragam keunikan. @google
Negara yang memiliki beragam suku dan budaya yaitu Indonesia memiliki luas wilayah yang tegolong besar lengkap dengan keindahan-keindahan alam yang tidak dimiliki oleh negara lain, namun  apakah anda tahu, Beberapa fakta unik yang di miliki oleh Indonesia ?
Berikut adalah fakta-fakta unik yang dimiliki oleh negara kita tercinta:
Hewan Purba yang tetap hidup
Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa negara kita tercinta ini memiliki beragam flora dan fauna yang tidak akan ditemukan di negara-negara lain di belahan dunia. Salah satunya ialah Komodo. Komodo, atau nama latinnya  Varanus Komodoensis  merupakan binatang purba yang selamat dari kepunahan jutaan tahun yang lalu. Binatang ini bisa ditemui di Pulau Komodo yaitu di Kepulauan Nusa Tenggara.
Tempat ditemukannya manusia Purba tertua di dunia
Indonesia adalah tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu Pithecanthropus erectus yang diperkirakan berasal dari masa 1,8 juta tahun yang lalu.
Monumen Budha Terbesar di dunia
Candi Borobudur merupakan Candi Budha terbesar di dunia yang berada di daerah Magelang yaitu kota di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Provinsi Jateng yang dibuat dijaman Dinasti Syailendra pada periode 750-850 Masehi. Dan candi ini masuk ke dalam 7 keajaiban dunia menurut UNESCO.

Bunga terbesar di dunia
Bunga Rafflesia Arnoldi, dengan berat 7 kg dan hanya tumbuh di pulau Sumatera Indonesia. Kelopaknya tumbuh 0,5 meter panjang dan 2,5 cm tebal.
Pulau Jawa adalah Pulau Terdapat di Dunia
 Mungkin kata ini patut disematkan bagi penduduk Pulau Jawa. Bagaimana tidak, dengan luas hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia, namun penduduk yang tinggal mendiami pulau ini sebesar 60% dari total penduduk Indonesia.
Ikan Terkecil di Dunia
Selain ular terpanjang di dunia, rupanya di Indonesia juga pernah ditemukan ikan terkecil di dunia. Ikan ini ditemukan di Pulau Sumatera pada Januari 2006 lalu. Ikan yang memiliki nama latin Paedocypris progenetica ini memiliki panjang hanya 0,3 inchi atau sekitar 7,9 mm.
Pulau Kalimantan sebagai Pulau Terbesar Ketiga di Dunia
Memiliki luas sekitar 539.460 km2 menjadikan Pulau Kalimantan menjadi pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau ini juga berfungsi sebagai paru-paru dunia karena prosentase wilayah hutan yang begitu besar membuatnya sebagai produsen oksigen yang dapat memenuhi kebutuhan dunia.
Bukti keunikan Negara berlambang Burung Garuda
Orang Indonesia menguasai multi bahasa
Rata-rata orang Indonesia menguasai dua bahasa dan bahkan ada yang hingga menguasai empat bahasa seperti piye kabare (bahasa Jawa) apa kabar (Bahasa Indonesia), how are you (bahasa Inggris) dan bahasa Arab (kaifa haluk). Namun, rata – rata orang Indonesia kebanyakan hanya menguasai 2 atau 3 bahasa saja yaitu bahasa Jawa atau bahasa daerah tempat tinggalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Kopi Indonesia
Salah satu kopi terbaik di dunia adalah kopi luwak. Biji kopi luwak adalah biji kopi termahal di dunia, dan produsennya adalah Indonesia. Adapun juga, tiga jenis kopi andalan Starbucks di Seattle, AS, adalah: Sumatera, Java Mocha dan Toraja Coffee. Ketiga jenis kopi ini dipajang di etalase paling depan dan asli asal Indonesia.

Suku dan Budaya
Selain sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Negara dengan warna bendera merah putih ini  juga memiliki banyak penduduk hingga kurang lebih 250 juta jiwa. Keunikan yang timbul dari banyaknya penduduk negara tersebut adalah terdapat banyak suku bangsa. Suku bangsa yang terdapat di negara ini menjadi yang terbanyak di dunia, tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Dengan memiliki suku bangsa terbanyak, secara otomatis menjadikan negara dengan lambang burung garuda ini sebagai negara dan bangsa yang paling kaya akan budaya. Sebab, untuk 1 suku bangsa bisa memiliki 10-20 budaya di dalamnya.

Kamis, 03 Maret 2016

Keunikan Gerabah Khas Desa Sitiwinangun


Cirebonmedia.com – Cirebon selain dikenal lewat kerajinan batik, tari topeng, wayang kulit, atau lukisan kacanya, juga dikenal kerajinan keramik atau gerabahnya. Geografis Cirebon menempati daerah pesisir seperti halnya Gresik, Banten, Tuban, Lasem, Tegal, Demak, Pati, Kudus, Jakarta ,dan Madura. Sebab secara kultural, Cirebon diapit dua arus besar kebudayaan, yakni Sunda dan Jawa.
Dua budaya ini begitu dominan membentuk tradisi masyarakat Cirebon. Di samping itu,Cirebon juga mendapat sentuhan budaya religi Islam, Cina, Hindu, dan juga Barat. Tidak aneh, maka muncullah sebuah kultur yang khas milik Cirebon. Pertemuan beragam kultur itu telah melahirkan bentuk tradisi kerajinan rakyat. Sehingga lahir apa yang disebut motif khas Cirebonan. Pada seni batiknya, muncul motif megamendung tipe Cirebon. Juga pada lukisan kaca, yang banyak menggambarkan binatang atau tokoh-tokoh pewayangan lewat ayat Alquran. Pada karya gerabah  sangat dipengaruhi motif dari Cina.
Kerajinan gerabah itu kebanyakan dihasilkan oleh masyarakat Desa Sitiwinangun. Sitiwinangun adalah nama sebuah desa di kecamatan Klangenan yang terletak 15 km ke arah barat kota Cirebon. Ditinjau dari sisi etimologis atau asal usulnya Sitiwinangun berasal dari bahasa Jawa yang berarti tanah yang dibentuk (siti = tanah, wangun = bentuk). Gerabah Sitiwinangun Cirebon ini sangat terkenal hingga seantero negeri, bahkan terkenal sampai ke mancanegara seperti Cina, Jepang, Malaysia, Singapore,Thailand, Korea dan lain-lain. Motif dan keunikan gerabah khas Sitiwinangun memang disukai banyak pecinta seni di Indonesia maupun di beberapa negara-negara di dunia ini. Maka tak heran bila karya seni gerabah ini banyak diburu para kolektor suvenir antik dan artistik. Konon, untuk menghasilkan suatu kualitas karya yang luar biasa, ada beberapa ritual yang harus dijalani. Oleh karena itu banyak kolektor asing maupun lokal yang memburu kerajinan gerabah Sitiwinangun ini, sehingga kerajinan ini merupakan salah satu sumber devisa bagi Indonesia.
Image By: Google.com
Image By: Google.com
Apabila kita memasuki daerah desa Sitiwinangun, suasana sentra kerajinan rakyat sangat terasa. Itu karena hampir setiap halaman rumah penduduk desa Sitiwinangun selalu menumpuk karya gerabah. Bukan sekadar proses pembakaran yang menjadi keunikan gerabah Sitiwinangun. Lebih dari itu, cara pembuatan dan motif hiasnya sangat berbeda dari gerabah di daerah lain. Boleh dikatakan, hanya perajin Sitiwinangun yang masih mempertahankan dengan setia cara kuno dalam pembuatan gerabah seperti teknik pijit (pinching) dan pilin (coiling) atau gabungan keduanya, tanpa menggunakan alat bantu apa pun. Keunikan lainnya adalah teknik pembakarannya. Bentuk gerabah apapun yang dibuat perajin di Sitiwinangun, umumnya memiliki ciri khas dalam corak hiasnya. Gerabah Siwinangun menjadi sangat tradisional karena seperti motif tali duri ikan, anyaman, sulur kangkung, tumpal, pilin, dan meander atau yang menjadi ciri khas Cirebon berupa motif bungamelati danlingkaran memusat. Sedangkan cara menghiasnya menggunakan teknik toreh, cukil atau papan pemukul kayu berhias. Teknik hias seperti ini menyebabkan gerabah Sitiwinangun membutuhkan waktu lama untuk membuatnya. Selain memerlukan kehati-hatian, teknik hias seperti ini sangat rumit dan membutuhkan kecermatan luar biasa.

Sumber :

Selasa, 01 Maret 2016

Coming Soon, Cirebon Fashion Carnival 2016


Cirebonmedia.com – Kabupaten Cirebon adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur dan berbatasan dengan Jawa Tengah. Dalam sektor budaya dan kesenian, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah dengan nilai nilai budaya terbanyak di Indonesia.Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Cirebon merupakan perpaduan dari berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng, Sintren, Kesenian Gembyung, dan Sandiwara Cirebon. Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Lukisan Kaca, Bunga Rotan, Batik dan Topeng Cirebon.
Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Cirebon, pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki event rutin yang diadakan tiap tahunnya, yaitu event Cirebon Fashion Carnival. Pada tahun 2016 ini, event Cirebon Fashion Carnival akan diadakan pada bulan Mei 2016 mendatang. Cirebon Fashion Carnival 2016 adalah suatu event karnaval busana yang tidak jauh berbeda dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Pada acara Cirebon Fashion Carnival tahun 2015 lalu, pemerintah Kabupaten Cirebon juga bekerjasama dengan Dynand Fariz pendiri JFC Center. Event Cirebon Fashion Carnival 2016 ini akan mengambil tema “The Imagine Of Mask“, dimana dalam event itu akan menampilkan budaya/kesenian khas dari 40 Kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Image By: DISBUDPARPORA Kab. Cirebon
Image By: DISBUDPARPORA Kab. Cirebon
Peserta talent Cirebon Fashion Carnival 2016 akan diisi oleh kalangan umum maupun pelajar yang ada di Kabupaten Cirebon atau dari luar Kabupaten Cirebon. Para peserta diwajibkan membuat kostum dengan tema “The Imagine Of Mask” dengan menggunakan bahan dasar batik, baik tulis maupun cap. Peserta dibebaskan mengeksplorasi dan menjabarkan tema melalui design kostum, figur dan properti yang diperlukannya, serta harus menyampaikan deskripsi mengenai design yang dibuatnya. Sebelum puncak acara Cirebon Fashion Carnival 2016, akan dilakukan 2 kali workshoppemgarahan dan pelatihan talent untuk puncak acara.
Diharapkan dengan adanya Cirebon Fashion Carnival dapat memperkenalkan dan mempromosikan seni, budaya serta pariwisata Cirebon untuk menarik para wisatawan. Dengan majunya pariwisata di Cirebon juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cirebon menjadi lebih baik lagi.

Sumber :

Senin, 29 Februari 2016

Pesona Foto Split Underwater


Cirebonmedia.com- Penggunaan action cam atau action camera belakangan ini berkembang sangat pesat. Belum habis keindahan foto action camera yang digunakan di bawah permukaan air, kini mulai hits foto split underwater dengan menggunakan action camera. Salah satu kreasi yang cukup sulit dilakukan jika menggunakan kamera DSLR karena butuh setting yang cukup mumpuni. Pesona foto split underwater memang tak terbantahkan. Bukan hanya menarik mata, tetapi juga akan membuat netizen sukarela menambahkan likes di postingan Instagram kalian. Hanya dengan menggunakan action camera, kalian bisa membuat ratusan foto half-underwater dengan mudah tanpa memikirkansetting kamera DLSR yang hanya dikuasai fotografer andal.
Foto split underwater adalah foto dua alam dalam satu frame. Bagian atas tetap menampilkan gambar di atas permukaan air dan sebaliknya bagian bawah menampilkan kondisi bawah permukaan air dalam satu frame. Untuk membuat split underwater atau half underwater, kalian membutuhkan beberapa alat tambahan. Memang harganya tidak murah, namun hasil yang didapatkan sangat sepadan sekali.
Berikut perlengkapannya:
Action Camera
Underwater Housing
Camera Dome for Action Cam
Camera Handle
Anti Fog
Image By; Google.com
Image By; Google.com
Sebelum memasukkan Action Cam ke dalam air, tes dahulu dengan tissueuntuk memastikan housing tidak rembes air.
Setelah dipastikan aman, masukkan action cam kedalam air agar temperatur kamera menyesuaikan dengan suhu air yang ada. Maksudnya agar mengurangi fog terbentuk lebih awal.
Sebelum menjajal di laut atau tempat lainnya, lakukan latihan dan percobaan terlebih dahulu di kolam renang biasa.
Pastikan lensa dome terhindar dari spot air atau bintik-bintik air. Gunakan sabun bayi untuk mengatasinya. Hal ini akan dilakukan berulang-ulang.
Pastikan kalian bisa berenang terutama saat mengambil gambar di tempat yang dalam.
Fokuskan pada objek yang berada di bawah permukaan air, sesuaikan dengan gambar diatasnya.
Ambil gambar dengan tenang, rileks, dan utamanya di air yang jernih atau minimal tidak telalu keruh.
Waktu yang tepat untuk mengambil split undewater adalah saat siang hari. Foto objek dengan membelakangi sinar matahari agar tidak terlalu banyak exposure.

Sumber :

Senin, 22 Februari 2016

Permainan Tradisional ini Sudah Sulit Ditemukan


Cirebonmedia.com – Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, permainan tradisional yang pada saat du lu sering anak-anak mainkan sudah mulai terlupakan. Hal ini dapat dilihat secara nyata bahwa saat ini anak-anak lebih memilih bermain dengan hal-hal yang berbau teknologi seperti game online, internet maupun playstation dari pada bermain permainan tradisional.
Untuk mengenang kembali permainan tradisional yang dulu biasa anak-anak mainkan, Cirebon Media coba merangkumnya.
Gobak Sodor
Permainan yang biasa dimainkan di lapangan atau lahan kosong ini terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim diisi oleh 3 sampai 4 orang. Pada intinya permainan ini bertujuan untuk melewati garis yag dijaga oleh tim lawan secara bolak-balik. Jika semua anggota tim dapat melewati garis maka tim itulah yang menjadi pemenang. Permainan ini tentu sangat menyenangkan, kecepatan lari dan kewaspadaan menjadi kunci dari permainan ini.
Kelereng
Siapa yang tidak kenal permainan ini? Walaupun saat ini tidak terkenal seperti pada zamannya, kelereng masih suka digunakan untuk memeriahkan acara lomba saat memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Benda bulat kecil yang terbuat dari kaca ini tidak hanya dijumpai di Indonesia saja, tapi juga dikenal diluar negeri.
Bekel
Permainan cewek punya nih, Bekel adalah bola membal yang terbuat dari karet. Permainan ini dimainkan dengan cara melempar bola bekel dan menangkap/membolak-balikan kuningan. Apabila bola gagal ditangkap, maka pemain lain akan mendapatkan giliran.
Image By: Google.com
Image By: Google.com
Ular Naga
Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih.
Petak Umpet
Petak umpet adalah permainan hide and seek yang dimainkan dua orang atau lebih. Semakin banyak yang memainkan, makan akan semakin seru permainan ini. Biasanya petak umpet diawali dengan hompimpah untuk menentukan siapa yang jaga. Anak yang bertugas menjaga biasanya disebut kucing. Kemudian si kucing akan mencari pemain lain, pemain yang ditemukan akan berganti tugas sebagai kucing.

Sumber :

Dilarang Masuk


Cirebonmedia.com- Rabu 17 februari 2016 Bertempat di Bioskop 21 Grage Mall, promosi  Pemutaran film Dilarang masuk Sukses memukau hati penonton dengen gendre Horor Komedi, membuat penonton dibuat merinding, berteriak Histeris dan Tertawa terbahak-bahak. Film yang akan Launcing pada 24Maret ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Cirebon.
Menurut Jordi Onsu Salah satu Pemain dalam Film Dilarang Masuk, “saya sangat senang dan berterimakasih kepada masyarakat Cirebon yang telah antusias datang melihat langsung film ini, Meskipun Film ini belum rilis tetapi saya ingin masyarakat cirebon menyaksikan terlebih dahulu dan menceritakannya kepada teman,dan  saudara agar pada pemutaran resmi  tanggal 24maret nanti dapat di sambut lebih baik lagi.
Saat pemutaran selesai banyak sekali penonton yang berfoto dengan pemain Dilarang Masuk yang menyempatkan hadir untuk memeriahkan acara pemutaran perdana di Cirebon Ini.
Image By: Cirebon Media/ Harja
Image By: Cirebon Media/ Harja
Film yang di Produseri oleh Shanker R.S dan di Sutradarai oleh Nayato Fio Naula, serta Penulis Fatimah Fahim, berceritakan tentang keadaan dimana Sekolah di gegerkan dengan hilangnya Lisa, si murid baru yang cenderung pendiam. Adit yang melihat Lisa terakhir kali di lantai atas sekolah, berencana membuat misi mencari Lisa bersama kelima kawanya yang masing-masing mempunyai karakter berbeda. Tentu semua menolak ajakan Adit, karna lantai atas sekolah sudah lama kosong dan dilarang untuk siapapun memasukinya. Karna Adit memaksa dengan alasan iba terhadap keluarga Lisa, akhirnya kelima kawan Adit menyetujuinya.
Tak disangka di lantai atas sekolah, Adit dan kawan-kawan harus menghadapi banyak arwah penasaran dengan wujud yang mengerikan. Ada apa dengan lantai atas sekolah? Mengapa banyak arwah penasaran di sana? Rahasia besar apa yang akan terungkap di lantai yang bertuliskan “Dilarang masuk”.
Dengan susunan para pemain bintang yang telah eksis dikancah perfilman Indonesia yaitu:  Maxime Bouttier, Sahila Hisyam,  Jordi Onsu, Reymon Knuliqh, Rayn Wijaya, Yova Gracia, Jessica Torsten, Monica Oemardi, Denny Martin, Audia Shavira, Nita Soraya. diharapkan Pada pemutaran nanti akan mendapatkan respon yang baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Kita tunggu pemutaranya datang dan saksikan dibioskop-bioskop kesayangan anda 24 Maret 2016.

Sumber :

Bagi Fotografer Pemula, Bisa Menggunakan Teknin Foto Ini


Cirebonmedia.com- Untuk menghasilkan gambar yang berkualitas dan memiliki nilai seni, seorang fotografer harus menguasai paling tidak teknik-teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Teknik dasar tersebut adalah komposisi objek yang baik, pencahayaan yang seimbang dan fokus yang tajam. Untuk melatih itu semua tentu diperlukan latihan konsisten, karena insting/kepekaan kita agar semakin terasah, apalagi terkait dengan komposisi akan cukup sulit dikuasai tanpa latihan rutin.  Komposisi bukan saja objek yang mempunyai susunan bagus melainkan juga angle atau sudut pandang yang baik juga dimana fotografer mampu menemukan titik yang terbaik.
Waktu pengambilan gambar bisa dilakukan kapanpun, baik siang, malam atau petang dengan mempertimbangkan pencahayaan, kondisi tempat pemotretan dan menguasai penggunaan berbagai aksesori kamera untuk mendapatkan gambar yang kita inginkan. Setiap kamera pasti memiliki karakteristik sendiri, oleh karena itu penting sekali bagi seorang fotografer menguasai spesifikasi kamera yang mereka miliki. Disinilah pentingnya peran buku panduan/manual book bawaan yang didalamnya terdapat penjelasan tombol dan panel pada body kamera, setting parameter kamera dan saran untuk menjaga kamera agar lebih awet digunakan.
Berikut ini adalah teknik pengaturan kamera yang perlu kita kuasai:
White Balance
Untuk melakukan pengaturan white balance kita memerlukan benda berwarna putih, bisa menggunakan kertas, baju ataupun dinding. Anggap  kita menggunakan kertas, caranya adalah menempatkan kertas pada bidang tertentu, gunakan pencahayaan yang sedang (tidak kurang atau kelebihan), gunakan manual fokus dan usahakan seluruh framefoto terisi dengan kertas tersebut. Pengaturan white balance bisa dengan menggunakan skala kelvin atau dengan gambar untuk menyatakan temperature pencahayaan ruangan seperti cloudy, tungsteen, white flourescent dan lain-lain. Kita bisa saja menggunakan satu diantara beberapa pilihan sesuai dengan kondisi yang dihadapi misalkan disiang hari dibawah pohon bisa memilih shade, atau disituasi mendung kita bisa memilih cloudy.
Fokus
Pengaturan fokus secara manual dapat dilakukan dengan cara menggeser ke mode Manual (M) panel fokus yang ada di lensa. Dengan begitu fokus dapat kita atur ketajamannya secara manual dengan cara memutar ring fokus pada lensa. Fokus manual sering digunakan dalam kasus minim cahaya seperti indoor atau kondisi di malam hari. Gunakan mode auto apabila tidak ingin repot mengaturnya, fokus akan bergerak otomatis untuk menyesuaikan zoom.
Beberapa teknik pengambilan gambar yang berkaitan dengan jarak adalah 1.Extreme Long Shot (Pandangan Sangat Luas) 2. Long Shot (pandangan lebih Dekat dari ELS) 3. Medium Long Shot (Manusia dari lutut sampai kepala) 4. Medium Shot (objek diatas pinggang sampai kepala) 5. Medium Close Up (Objek manusia dari dada sampai kepala) 6. Close Up(Wajah) 7. Big Close Up (Hidung / mata) 8. Extreme Close Up (Pori-pori kulit) yang mempunyai detail sangat jelas.
Diafragma/aperture
Diafragma disimbolkan dengan f/aperture yakni pengaturan bukaan lensa,  semakin kecil nilai f nya maka semakin besar bukaan lensanya. Bukaan aperture lebar digunakan untuk memasukkan lebih banyak cahaya ke sensor. Hal ini juga akan memiliki efek lain karena area tajam akan semakin sempit dan area bokeh akan semakin lebar. Bukaan aperture lebar banyak digunakan dalam fotografi portrait untuk mengisolasi subjeknya dari background sehingga Nampak menonjol. Sedangkan bukaan aperture kecil akan menyebabkan semua area dalam frame akan Nampak tajam. Bukaan kecil sendiri banyak digunakan untuk fotografi landscape, dimana tujuannya adalah untuk menampilkan kesan 3 Dimensi, jadi semua area perlu tajam, sense of depth maupun sense of scale perlu ditonjolkan. Lensa memiliki bukaan aperture berbeda beda, dan kebanyakan lensa zoom memiliki bukaan aperture tidak selebar lensa prime, dan kalaupun ada akan berharga sangat mahal. Dalam memilih lensa dengan aperture lebar, maka salah satu pertimbangannya adalah jumlah blade, karena semakin banyak maka bokeh akan Nampak semakin lembut dan berbentuk kebulatan.
fotografer
Image By: Cirebon Media/ Leo
Shutter Speed
Shutter speed adalah pengaturan kecepatan buka dan tutup rana atau jendela kamera. Pengaturan shuter speed adalah dalam satuan detik misalnya 1/125 atau 1/1000, jadi Semakin besar angka satuannya misal 1/1000 maka semakin cepat pula waktu buka dan tutup rana/jendela sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih sedikit. Sebaliknya apabila angka satuannya semakin kecil misal 1/125 maka semakin lama pula kecepatan buka dan tutup rana/jendela kamera sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih banyak. Untuk membekukan objek bergerak misalnya orang sedang berselancar atau baling-baling pada helikopter diperlukan settingan shutter speed yang tinggi. Biasanya teknik pegambilan gambar tersebut dinamakan panning atau freeze. Jadi semakin cepat gerakan objek yang ingin kita tangkap maka semakin besar pula satuan shutter speed-nya. Set pengaturan shutter Speed diatas 1/250 untuk membekukan aksi, serta gunakan shutter speed dibawah 1/25 untuk memburamkan objek seperti air yang sedang jatuh/air terjun.
Settingan shutter speed yang rendah, hal ini akan memperbanyak cahaya yang masuk yang sangat berguna apabila dilakukan dimalam hari. Pada shutter speed yang rendah diperlukan bantuan Camera stand (monopod/tripod), agar mampu meredam goyangan dan gambar yang dihasilkan tidak kabur. Lebih baik lagi apabila menggunakan shutter release/aksesori kamera untuk menggantikan peran tangan kanan dalam menekan tombol shutter. Alat ini juga bisa dikendalikan dari jarak jauh sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih tajam. untuk menghasilkan aliran air yang lembut, selain dengan shutter speed lambat juga akan membutuhkan bantuan filter ND/Neutral density untuk mengurangi jumlah cahaya masuk ke sensor akibat penggunaan shutter speed lambat.
ISO
ISO merupakan tingkat kesensitifan sensor kamera. Semakin tinggi ISO maka semakin sensitif pula sensor sehingga gambar yang dihasilkan akan memiliki lebih banyak cahaya, sebaliknya semakin rendah settingan ISO maka semakin minim pula cahaya yang masuk ke sensor kamera. Semakin rendah ISO semakin rendah pula noise, sebaliknya semakin tinggi ISO maka semakin tinggi pula noisenya. Kita harus menemukan setting ISO yang pas untuk kamera. ISO tinggi biasanya digunakan saat malam hari atau saat cahaya benar benar minim. Agar  gambar yang dihasilkan maksimal gunakanlah ISO 100 dan naikkan hanya jika memang dibutuhkan. Ingat, menaikkan ISO juga berarti menaikkan Noise.

Sumber : 

Senin, 08 Februari 2016

Kesenian Cirebon Yang Satu Ini Memiliki Nilai Mistis


Cirebonmedia.com- Membahas tentang budaya di Cirebon memang tidak ada habisnya. Kali ini Cirebon Media akan membahas salah satu budaya khas Cirebon yang memiliki nilai mistis di dalamnya.
Sintren.
Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Banyumas, Kabupaten Kuningan, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama Lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis atau magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci /perawan.
IMG_6548
Image By: Cirebon Media/ Bima
Kata Sintren di bangun oleh 2 kata yaitu si dan tren, “si” atau “ia” dan tren atau tri yang berarti “putri”, jadi arti dari sintren adalah “ia putri”, maksud nya yang sebenarnya menari bukan lah si penari sintren, namun roh seorang putri, yaitu sulasih, atau biasa di sebut Rr. Ratnamsari.
Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut kemudian diikat dari leher hingga kaki, kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Gamelan terus menggema, dua orang yang disebut sebagai pawang tak henti-hentinya membaca mantra dengan asap kemenyan mengepul. Pawang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending. Juru kawih terus berulang-ulang nembang :
“Gulung gulung kasa
Ana sintren masih turu
Wong nontone buru-buru
Ana sintren masih baru”
Yang artinya menggambarkan kondisi sintren dalam kurungan yang masih dalam keadaan tidur. Namun begitu kurungan dibuka, sang Sintren sudah berganti dengan pakaian yang serba bagus layaknya pakaian yang biasa digunakan untuk menari topeng, ditambah lagi sang Sintren memakai kaca mata hitam. Sintren kemudian menari secara monoton. Namun jika ada orang yang melempar sintren dengan uang, sintren akan terjatuh pingsan. Sintren akan sadar kembali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh pawang.
Namun saat ini tari sintren semakin jarang terlihat karena kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian budaya Cirebon. Semoga dengan adanya artikel ini masyarakat lebih mengetahui dan mencintai kesenian daerahnya sendiri yaitu Tari Sintren.

Sumber :

Seni Lukis Kaca Cirebon Yang Memiliki Nilai Sejarah Tinggi


Cirebonmedia.com– Kota Cirebon merupakan kota dengan beragam seni dan budaya yang konon katanya sudah ada sejak abad ke 17 Masehi, dan salah satu seni yaitu Lukisan Kaca yang telah dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembangannya Agama Islam di Pulau Jawa yang diperankan oleh para wali Allah,  Pada masa pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, Lukisan Kaca Cirebon sangat terkenal sebagai media dakwah Islam yang berupa Lukisan Kaca Kaligrafi dan berupa Lukisan Kaca pawayangan yang menceritakan tentang Islam.
Pengaruh Islam yang disebarkan oleh para wali juga menjadi ciri khas dari lukisan kaca Cirebon. Bahkan setelah pengaruh China, gambar-gambar yang dihasilkan seniman tradisional selalu berhubungan dengan Islam seperti gambar kabah, masjid dan kaligrafi berisi ayat-ayat Al-quran atau Hadis shahih.
lukisan kaca cirebon 500X500
Image By: Google.com
Pengaruh cerita wayang berasal dari pertunjukan wayang yang diperagakan para wali untuk menyebarkan agama Islam. Kuatnya kepercayaan tokoh wayang yang baik, membuat para pengrajin lukisan kaca selalu menampilkan tokoh seperti Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana, dan lain-lain.
Sejak itu lukisan kaca dikenal orang sebagai media dakwah dengan munculnya Lukisan Kaca Kaligrafi Islam, di mana pada setiap lukisan kaca akan banyak ditemui tulisan yang berasal dari cuplikan Ayat Al-Qur’an dan Hadist.
Semakin lama Lukisan Kaca Cirebon semakin berkembang dengan keragaman objek yang ditampilkan, objek Wayang dan objek Batikan makin mewarnai desain Lukisan Kaca Cirebon. Pada abad ke-19, lukisan kaca Cirebon cenderung mengambil tema wayang. lukisan kaca khas Cirebon mungkin tampak seperti lukisan yang dibingkai dan dilapisi kaca biasa.
 Padahal, lukisan ini justru dilukis di atas kaca. Berbeda dengan pelukis kaca dari Jawa Tengah yang biasa melukis di atas kaca dari depan dan mengandaikan kaca layaknya kanvas, pelukis kaca dari Cirebon justru melukis kaca dari belakang. Menggunakan teknik lukis terbalik dengan mechanical pen, lukisan ini memang unik dan membutuhkan keahlian tersendiri. Cat yang digunakan untuk melukis di kaca ini sama seperti cat untuk melukis di media kanvas. Pelukis kaca ini menempatkan semacam kayu panjang di antara lukisannya, untuk menyangga tangannya agar tidak menyentuh lukisan yang baru dipoles.
Namun, dalam era persaingan globalisasi, lukisan kaca kini semakin tersisih seiring membanjirnya produk-produk lain yang lebih modern. Lukisan kaca harus bersaing ketat untuk merebut perhatian konsumen. Saat ini, tidak mudah untuk menemukan penjual lukisan kaca. Beberapa penjual bisa ditemui di emperan peran pemerintah diharapkan dapat kembali menumbuhkan eksistensi lukisan kaca dikancah Internasional.

Sumber :

Rabu, 27 Januari 2016

Batik Trusmi Ajak Pengunjung Hotel Metland Membatik


Cirebonmedia.com – Menurunnya minat membatik di kalangan masyarakat khususnya daerah Cirebon membuat Pusat Grosir Batik Trusmi memberikan pelayanan khusus bagi para pengunjung yang datang untuk lebih mengenal bagaimana proses membatik. Seperti salah satunya, pada Kamis lalu rombongan Metland Hotel yang datang kesini pun turut mempelajari proses pembuatan batik.
Sebanyak 30 orang lebih yang tergabung dalam rombongan Metland Hotel ini pun turut serta mengikuti proses pembelajaran membatik. Dengan didampingi para pembatik dari pihak Pusat Grosir Batik Trusmi, mereka pun diajarkan cara-cara untuk memberikan malam pada kain batik yang telah diberi pola tersebut.
“ penasaran aja bagaimana proses membatik itu, soalnya kalau diliatkan mudah gitu tapi pas saya mau nyoba tenyata susah juga yah, “ Ujar Agus salah satu rombongan dari Metlanda Hotel.
Seperti beberapa waktu lalu juga rombongan dari Bimbel Cahaya Nusantara Bekasi sempat mengikuti pembelajaran proses membatik di Pusat Grosir Batik Trusmi pada Sabtu  kemarin.
IMG_2884
Image By: Trusmi
Perlu diketahui juga bahwa di Pusat Grosir Batik Trusmi ini selain para pengunjung bisa membeli berbagai produk oleh-oleh khas Cirebon. Para pengunjung pun dapat mencoba untuk mengetahui dan belajar proses pembatikan. Untuk syarat mengikuti proses pembatikkan ini para pengunjung cukup dengan membayar Rp. 35.000 perorang sudah termasuk pewarnaan pada karya batik yang anda buat. Penasaran untuk mencoba sensasi membatik dengan pola khas Cirebon? yuh datang dan rasakan proses membatik di Pusat Grosir Batik Trusmi.
Membatik sendiri merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.
Dengan adanya kegiatan pembelajaran membatik yang diberikan kepada masyarakat luas, semoga kedepannnya warisan budaya yang luhur ini ndapat dilestarikan melalui tangan-tangan penerus bangsa. Jangan sampai kebudayaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia ini hilang termakan zaman.

Sumber :

Tari Topeng Beling


Cirebonmedia.com- Cirebon merupakan satu daerah yang terletak di ujung timur Provinsi Jawa Barat. Daerah yang merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah ini membuat proses alkulturasi budaya pun terjadi antara dua kultur masyarakat Sunda dan Jawa. Ada salah satu kesenian Cirebon yang merupakan hasil alkulturasi yaituTopeng Beling.
Topeng Beling merupakan salah satu seni tari yang tumbuh dan berkembang di Cirebon tepatnya yaitu di Sanggar Seni Sekar Pandan yang berada di komplek Keraton Kacirebonan. Tari Topeng Beling ini diciptakan oleh Elang Heri Komarahadi pada tahun 1995. Tari Topeng Beling ini merupakan perpaduan dari unsur debus dan tari Topeng Cirebon. Topeng Beling sama seperti tari Topeng Cirebon pada umumnya yaitu mengenakan topeng atau kedok.
IMG_6174
Image By: Cirebon Media/ Bima
Selain itu, Topeng Beling ini juga dipentaskan oleh kaum laki-laki, berbeda dengan tari Topeng Cirebon yang bisa ditarikan oleh penari perempuan. Dimana untuk menarikan Topeng Beling ada beberapa persyaratan yang harus dikuasi oleh penari tersebut yang diantaranya, penari Topeng Beling selain harus menguasai tari Topeng Cirebon itu sendiri dan juga harus menguasai keahlian atraksi debus. Hal ini dikarenakan dalam pertunjukan Topeng Beling terdapat atraksi debusnya yaitu, penari Topeng Beling sesekali menari di atas beling.
Topeng Beling terdiri dari dua kata yaitu Topeng dan Beling. Menurut pendapat umum, istilah kata topeng mengandung pengertian sebagai penutup muka/kedok. Sedangkan “Beling” adalah kata serapan dari bahasa Sunda yang artinya pecahan kaca. Berdasarkan istilah itu, dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Beling adalah sebuah tarian yang menggunakan penutup muka (kedok) dan menari di atas pecahan kaca.
Dalam perkembangannya, tari Topeng Beling ini sudah dipentaskan di beberapa tempat diantaranya di Taman Mini Indonesia Indah, Taman Budaya Jakarta, Solo dalam acara FKN, dan Taman Budaya Jawa Barat. Topeng Beling ini juga pernah mendapatkan penghargaan tata tari terbaik se-Jawa Barat, yang akhirnya Topeng Beling ini menjadi salah satu maskot tari Kota Cirebon. Namun, keberadaan Topeng Beling pada saat ini belum diketahui oleh masyarakat luas meskipun Topeng Beling ini sudah menjadi salah satu maskot Jawa Barat.
Sumber :

Minggu, 17 Januari 2016

Pemutaran Kembali Film SITA PERMATA SYURGA



Cirebonmedia.com Dunia perfilman di Indonesia pun menampakkan perkembangannya dengan banyaknya komunitas-komunitas pecinta film atau komunitas yang bergerak membuat film pendek di suatu daerah tertentu. Di Cirebon sendiri muncul sebuah komunitas pecinta film yang dikenal dengan “Jeh Film Community” yang kerap sekali berkarya demi memberikan edukasi bagi masyarakat.
Komunitas Film di kota Cirebon kembali mempersembahkan karya terbaiknya, Setelah sukses dengan pemutaran perdananya yang  dihadiri lebih dari 1000 Pengunjung dan KJFC komunitas Jeh Film Cirebon kembali  mempersembahkan SITA PERMATA SYURGA Bertempat di gedung kaliandra Jl perjuangan no 09 Kota Cirebon.
Film Edukasi Kisah Nyata ‘SITA PERMATA SYURGA’ yang mengangkat kisah hidup Ananda Sita Permatasari yang sarat akan nilai moral sehingga film bukan hanya sebagai media hiburan semata, melainkan juga sebagai pembelajaran hidup dan bahan perenungan agar kita selalu berjalan ke arah yang lebih baik lagi.
Komunitas-Jeh-Film-Kembali-Tayangkan-Syita-Permata-Surga-Small
Image By: Cirebon Media/ Harja
Acara yang telah diselenggarakan pada tanggal 16-17 januari 2016 disponsori Oleh Cirebon Media, Radar Cirebon, Tabloid Kirana, Nuansa Radio dan Maritim FM. Berbeda dengan pemutaran perdananya kali ini komunitas jeh film cirebon memberikan tambhan hiburan yaitu Stand Up Comedy dan Simple Magic Communication
Komunitas Jeh Film sendiri merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang perfilman yang berdiri pada tanggal 22 Oktober 2013 sesuai hari pertama berkumpul sekaligus bersatunya para pendiri yang memiliki tujuan sama.
Tujuan berdirinya Komunitas Jeh Film adalah mengenalkan budaya Cirebon melalui film kepada masyarakat luas terutama melekatkan kembali budaya yang ada di Cirebon kepada masyarakat Cirebon agar krisis budaya tidak kian mengendap di masyarakat. Selain itu, disadari pula bahwa sumber daya manusia yang ada di Cirebon dapat diberdayakan potensinya terutama di bidang perfilman.
Dengan para pemain Dino Syahrudin, Rosalia DK, Farha Sufi H, Sri Astuti, Risma Nur Insani, Astri, Widdya Ayu, Syifana, Ade Sumpena, Yus Q GDE, Hanna YP, R.Jihan T, Dhesal PL, Abdul Kholik, R.Riana SY, Galih MP, Pangeran Jabakuta, Oktavia, MA Alfatin, Naruyo Brebes.