Tampilkan postingan dengan label Info Cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Cirebon. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

Masjid Bersejarah Di Indonesia Yang Cocok Untuk Wisata Religi

Foto: Salah satu masjid bersejarah yang ada di Indonesia. @google 
Peradaban di negeri Indonesia sudah terjadi sejak puluhan ribu tahun silam, dari kepercayaan hingga budaya yang ada sudah mengalami beberapa perubahan sejak pertama daratan Indonesia mulai dihuni. Hal tersebut terlihat dari sebuah relief dan bangunan-bangunan peninggalan sejarah masa lampu dan tak terkecuali Masjid. Ya, ada beberapa masjid bersejarah di Indonesia yang memiliki cerita tersendiri saat proses pembuatannya.
Memasuki bulan suci Ramadhan seperti saat ini, memilih wisata religi merupakan suatu pilihan tepat karena dapat menambah ilmu baru bagi kita yang melakukannya, dan masjid bersejarah di Indonesia merupakan tujuan wisata yang wajib dikunjungi jika ingin melakukan wisata religi saat bulan Ramadhan.
Akulturasi budaya sangat mempengaruhi masjid bersejarah di Indonesia, dah hal inilah yang membuat masjid tersebut memiliki keunikan tersendiri serta kental akan nilai sejarah. Lalu, apa saja masjid bersejarah di Indonesia yang sangat cocok untuk wisata religi di Bulan Ramadhan? Berikut rangkumannya:
  

Jumat, 27 Mei 2016

Apakah Benar Benua Atlantis Itu Indonesia?

Foto: Benua Atlantis diperkirakan adalah Indonesia. @Google
Peradaban manusia tempo dulu sebenarnya bukan suatu peradaban yang sangat terbatas, hal tersebut diperkuat dengan bukti-bukti sejarah bahwa peradaban tempo dulu sudah sangat maju, seperti contoh Candi Borobudur, Piramida di Mesir serta Coloseum di Roma menegaskan bahwa di masa lampau manusia sudah mampu menghasilkan hal-hal yang fantastis yang tak kalah dengan era modern seperti saat ini dan yang menjadi banyak perbincangan adalah benua yang hilang yaitu Atlantis.
Misteri Benua Atlantis muncul saat pertama kali dibicarakan oleh seorang filsafat yunani yaitu  Plato pada tahun 427-437 SM dalam bukunya yang berjudul Critias dan Timaeus. Dalam bukunya ia menceritakan jika Benua Atlantis merupakan sebuah pulau besar yang dikelilingi oleh pulau saat akan berperang melawan Yunani tiba-tiba terjadi bencana gempa bumi dan dalam waktu satu malam akhirnya benua tersebut lenyap.
Berdasarkan referensi Plato, Benua Atlantis berada di daratan yang rata dan halus, serta memiliki turunan menuju laut dan dikelilingi oleh pengunungan yang indah, besar dan kecil. Namun, ada beberapa ahli mengungkapkan bahwa benua yang memiliki peradaban yang sangat maju di tempo dulu ini terletak di negara Indonesia.
Ada beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa benua tersebut memang berada di Indonesia. Peneliti asal Brazil, Prof. Arysio Nunes do Santos, dari hasil penelitiannya menyatakan Atlantis terletak di Indonesia. Kemudian, ilmuwan Stephen Oppenheimer dalam bukunya “Eden in The East” menyebutkan bahwa  Atlantis berada di Asia Tenggara. Hasil dari kedua peneliti tersebut diperkuat dengan pernyataan pakar Hidrologi Indonesia yaitu Dhani Irwanto, ia memperkirakan Atlantis terdapat di Laut Jawa.
Benua yang Hilang
Dalam penelitiannya selama 30 tahun, Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Perbandingan yang dikemukakan oleh ilmuwan asal negeri Samba tersebut memperkuat teori bahwa Atlantis memang berada di Indonesia, karakteristik yang di tuliskan oleh Plato memiliki kemiripan yang mengerucut ke negara berlambang burung Garuda.
Hasil penelitian yang dilakukan Santos menua pro dan kontra, akan tetapi masyarakat Jawa tempo dulu sudah dikenal memiliki peradaban maju dan hal tersebut merupakan sebuah bukti bahwa Benua Atlantis memang pernah ada. Dan kemungkinan besar adalah Indonesia.

Sumber: http://www.cirebonmedia.com/whats-on/2016/05/27/apakah-benar-benua-atlantis-itu-indonesia/
 

10 Fakta Unik Tentang Indonesia

Foto: Negara dengan beragam keunikan. @google
Negara yang memiliki beragam suku dan budaya yaitu Indonesia memiliki luas wilayah yang tegolong besar lengkap dengan keindahan-keindahan alam yang tidak dimiliki oleh negara lain, namun  apakah anda tahu, Beberapa fakta unik yang di miliki oleh Indonesia ?
Berikut adalah fakta-fakta unik yang dimiliki oleh negara kita tercinta:
Hewan Purba yang tetap hidup
Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa negara kita tercinta ini memiliki beragam flora dan fauna yang tidak akan ditemukan di negara-negara lain di belahan dunia. Salah satunya ialah Komodo. Komodo, atau nama latinnya  Varanus Komodoensis  merupakan binatang purba yang selamat dari kepunahan jutaan tahun yang lalu. Binatang ini bisa ditemui di Pulau Komodo yaitu di Kepulauan Nusa Tenggara.
Tempat ditemukannya manusia Purba tertua di dunia
Indonesia adalah tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu Pithecanthropus erectus yang diperkirakan berasal dari masa 1,8 juta tahun yang lalu.
Monumen Budha Terbesar di dunia
Candi Borobudur merupakan Candi Budha terbesar di dunia yang berada di daerah Magelang yaitu kota di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Provinsi Jateng yang dibuat dijaman Dinasti Syailendra pada periode 750-850 Masehi. Dan candi ini masuk ke dalam 7 keajaiban dunia menurut UNESCO.

Bunga terbesar di dunia
Bunga Rafflesia Arnoldi, dengan berat 7 kg dan hanya tumbuh di pulau Sumatera Indonesia. Kelopaknya tumbuh 0,5 meter panjang dan 2,5 cm tebal.
Pulau Jawa adalah Pulau Terdapat di Dunia
 Mungkin kata ini patut disematkan bagi penduduk Pulau Jawa. Bagaimana tidak, dengan luas hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia, namun penduduk yang tinggal mendiami pulau ini sebesar 60% dari total penduduk Indonesia.
Ikan Terkecil di Dunia
Selain ular terpanjang di dunia, rupanya di Indonesia juga pernah ditemukan ikan terkecil di dunia. Ikan ini ditemukan di Pulau Sumatera pada Januari 2006 lalu. Ikan yang memiliki nama latin Paedocypris progenetica ini memiliki panjang hanya 0,3 inchi atau sekitar 7,9 mm.
Pulau Kalimantan sebagai Pulau Terbesar Ketiga di Dunia
Memiliki luas sekitar 539.460 km2 menjadikan Pulau Kalimantan menjadi pulau terbesar ketiga di dunia. Pulau ini juga berfungsi sebagai paru-paru dunia karena prosentase wilayah hutan yang begitu besar membuatnya sebagai produsen oksigen yang dapat memenuhi kebutuhan dunia.
Bukti keunikan Negara berlambang Burung Garuda
Orang Indonesia menguasai multi bahasa
Rata-rata orang Indonesia menguasai dua bahasa dan bahkan ada yang hingga menguasai empat bahasa seperti piye kabare (bahasa Jawa) apa kabar (Bahasa Indonesia), how are you (bahasa Inggris) dan bahasa Arab (kaifa haluk). Namun, rata – rata orang Indonesia kebanyakan hanya menguasai 2 atau 3 bahasa saja yaitu bahasa Jawa atau bahasa daerah tempat tinggalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Kopi Indonesia
Salah satu kopi terbaik di dunia adalah kopi luwak. Biji kopi luwak adalah biji kopi termahal di dunia, dan produsennya adalah Indonesia. Adapun juga, tiga jenis kopi andalan Starbucks di Seattle, AS, adalah: Sumatera, Java Mocha dan Toraja Coffee. Ketiga jenis kopi ini dipajang di etalase paling depan dan asli asal Indonesia.

Suku dan Budaya
Selain sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Negara dengan warna bendera merah putih ini  juga memiliki banyak penduduk hingga kurang lebih 250 juta jiwa. Keunikan yang timbul dari banyaknya penduduk negara tersebut adalah terdapat banyak suku bangsa. Suku bangsa yang terdapat di negara ini menjadi yang terbanyak di dunia, tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Dengan memiliki suku bangsa terbanyak, secara otomatis menjadikan negara dengan lambang burung garuda ini sebagai negara dan bangsa yang paling kaya akan budaya. Sebab, untuk 1 suku bangsa bisa memiliki 10-20 budaya di dalamnya.

Kamis, 03 Maret 2016

Keunikan Gerabah Khas Desa Sitiwinangun


Cirebonmedia.com – Cirebon selain dikenal lewat kerajinan batik, tari topeng, wayang kulit, atau lukisan kacanya, juga dikenal kerajinan keramik atau gerabahnya. Geografis Cirebon menempati daerah pesisir seperti halnya Gresik, Banten, Tuban, Lasem, Tegal, Demak, Pati, Kudus, Jakarta ,dan Madura. Sebab secara kultural, Cirebon diapit dua arus besar kebudayaan, yakni Sunda dan Jawa.
Dua budaya ini begitu dominan membentuk tradisi masyarakat Cirebon. Di samping itu,Cirebon juga mendapat sentuhan budaya religi Islam, Cina, Hindu, dan juga Barat. Tidak aneh, maka muncullah sebuah kultur yang khas milik Cirebon. Pertemuan beragam kultur itu telah melahirkan bentuk tradisi kerajinan rakyat. Sehingga lahir apa yang disebut motif khas Cirebonan. Pada seni batiknya, muncul motif megamendung tipe Cirebon. Juga pada lukisan kaca, yang banyak menggambarkan binatang atau tokoh-tokoh pewayangan lewat ayat Alquran. Pada karya gerabah  sangat dipengaruhi motif dari Cina.
Kerajinan gerabah itu kebanyakan dihasilkan oleh masyarakat Desa Sitiwinangun. Sitiwinangun adalah nama sebuah desa di kecamatan Klangenan yang terletak 15 km ke arah barat kota Cirebon. Ditinjau dari sisi etimologis atau asal usulnya Sitiwinangun berasal dari bahasa Jawa yang berarti tanah yang dibentuk (siti = tanah, wangun = bentuk). Gerabah Sitiwinangun Cirebon ini sangat terkenal hingga seantero negeri, bahkan terkenal sampai ke mancanegara seperti Cina, Jepang, Malaysia, Singapore,Thailand, Korea dan lain-lain. Motif dan keunikan gerabah khas Sitiwinangun memang disukai banyak pecinta seni di Indonesia maupun di beberapa negara-negara di dunia ini. Maka tak heran bila karya seni gerabah ini banyak diburu para kolektor suvenir antik dan artistik. Konon, untuk menghasilkan suatu kualitas karya yang luar biasa, ada beberapa ritual yang harus dijalani. Oleh karena itu banyak kolektor asing maupun lokal yang memburu kerajinan gerabah Sitiwinangun ini, sehingga kerajinan ini merupakan salah satu sumber devisa bagi Indonesia.
Image By: Google.com
Image By: Google.com
Apabila kita memasuki daerah desa Sitiwinangun, suasana sentra kerajinan rakyat sangat terasa. Itu karena hampir setiap halaman rumah penduduk desa Sitiwinangun selalu menumpuk karya gerabah. Bukan sekadar proses pembakaran yang menjadi keunikan gerabah Sitiwinangun. Lebih dari itu, cara pembuatan dan motif hiasnya sangat berbeda dari gerabah di daerah lain. Boleh dikatakan, hanya perajin Sitiwinangun yang masih mempertahankan dengan setia cara kuno dalam pembuatan gerabah seperti teknik pijit (pinching) dan pilin (coiling) atau gabungan keduanya, tanpa menggunakan alat bantu apa pun. Keunikan lainnya adalah teknik pembakarannya. Bentuk gerabah apapun yang dibuat perajin di Sitiwinangun, umumnya memiliki ciri khas dalam corak hiasnya. Gerabah Siwinangun menjadi sangat tradisional karena seperti motif tali duri ikan, anyaman, sulur kangkung, tumpal, pilin, dan meander atau yang menjadi ciri khas Cirebon berupa motif bungamelati danlingkaran memusat. Sedangkan cara menghiasnya menggunakan teknik toreh, cukil atau papan pemukul kayu berhias. Teknik hias seperti ini menyebabkan gerabah Sitiwinangun membutuhkan waktu lama untuk membuatnya. Selain memerlukan kehati-hatian, teknik hias seperti ini sangat rumit dan membutuhkan kecermatan luar biasa.

Sumber :

Selasa, 01 Maret 2016

Coming Soon, Cirebon Fashion Carnival 2016


Cirebonmedia.com – Kabupaten Cirebon adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur dan berbatasan dengan Jawa Tengah. Dalam sektor budaya dan kesenian, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah dengan nilai nilai budaya terbanyak di Indonesia.Kebudayaan yang melekat pada masyarakat Cirebon merupakan perpaduan dari berbagai budaya yang datang dan membentuk ciri khas tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pertunjukan khas masyarakat Cirebon antara lain Tarling, Tari Topeng, Sintren, Kesenian Gembyung, dan Sandiwara Cirebon. Kota ini juga memiliki beberapa kerajinan tangan di antaranya Lukisan Kaca, Bunga Rotan, Batik dan Topeng Cirebon.
Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Cirebon, pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki event rutin yang diadakan tiap tahunnya, yaitu event Cirebon Fashion Carnival. Pada tahun 2016 ini, event Cirebon Fashion Carnival akan diadakan pada bulan Mei 2016 mendatang. Cirebon Fashion Carnival 2016 adalah suatu event karnaval busana yang tidak jauh berbeda dengan Jember Fashion Carnival (JFC). Pada acara Cirebon Fashion Carnival tahun 2015 lalu, pemerintah Kabupaten Cirebon juga bekerjasama dengan Dynand Fariz pendiri JFC Center. Event Cirebon Fashion Carnival 2016 ini akan mengambil tema “The Imagine Of Mask“, dimana dalam event itu akan menampilkan budaya/kesenian khas dari 40 Kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Image By: DISBUDPARPORA Kab. Cirebon
Image By: DISBUDPARPORA Kab. Cirebon
Peserta talent Cirebon Fashion Carnival 2016 akan diisi oleh kalangan umum maupun pelajar yang ada di Kabupaten Cirebon atau dari luar Kabupaten Cirebon. Para peserta diwajibkan membuat kostum dengan tema “The Imagine Of Mask” dengan menggunakan bahan dasar batik, baik tulis maupun cap. Peserta dibebaskan mengeksplorasi dan menjabarkan tema melalui design kostum, figur dan properti yang diperlukannya, serta harus menyampaikan deskripsi mengenai design yang dibuatnya. Sebelum puncak acara Cirebon Fashion Carnival 2016, akan dilakukan 2 kali workshoppemgarahan dan pelatihan talent untuk puncak acara.
Diharapkan dengan adanya Cirebon Fashion Carnival dapat memperkenalkan dan mempromosikan seni, budaya serta pariwisata Cirebon untuk menarik para wisatawan. Dengan majunya pariwisata di Cirebon juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cirebon menjadi lebih baik lagi.

Sumber :

Senin, 29 Februari 2016

Pesona Foto Split Underwater


Cirebonmedia.com- Penggunaan action cam atau action camera belakangan ini berkembang sangat pesat. Belum habis keindahan foto action camera yang digunakan di bawah permukaan air, kini mulai hits foto split underwater dengan menggunakan action camera. Salah satu kreasi yang cukup sulit dilakukan jika menggunakan kamera DSLR karena butuh setting yang cukup mumpuni. Pesona foto split underwater memang tak terbantahkan. Bukan hanya menarik mata, tetapi juga akan membuat netizen sukarela menambahkan likes di postingan Instagram kalian. Hanya dengan menggunakan action camera, kalian bisa membuat ratusan foto half-underwater dengan mudah tanpa memikirkansetting kamera DLSR yang hanya dikuasai fotografer andal.
Foto split underwater adalah foto dua alam dalam satu frame. Bagian atas tetap menampilkan gambar di atas permukaan air dan sebaliknya bagian bawah menampilkan kondisi bawah permukaan air dalam satu frame. Untuk membuat split underwater atau half underwater, kalian membutuhkan beberapa alat tambahan. Memang harganya tidak murah, namun hasil yang didapatkan sangat sepadan sekali.
Berikut perlengkapannya:
Action Camera
Underwater Housing
Camera Dome for Action Cam
Camera Handle
Anti Fog
Image By; Google.com
Image By; Google.com
Sebelum memasukkan Action Cam ke dalam air, tes dahulu dengan tissueuntuk memastikan housing tidak rembes air.
Setelah dipastikan aman, masukkan action cam kedalam air agar temperatur kamera menyesuaikan dengan suhu air yang ada. Maksudnya agar mengurangi fog terbentuk lebih awal.
Sebelum menjajal di laut atau tempat lainnya, lakukan latihan dan percobaan terlebih dahulu di kolam renang biasa.
Pastikan lensa dome terhindar dari spot air atau bintik-bintik air. Gunakan sabun bayi untuk mengatasinya. Hal ini akan dilakukan berulang-ulang.
Pastikan kalian bisa berenang terutama saat mengambil gambar di tempat yang dalam.
Fokuskan pada objek yang berada di bawah permukaan air, sesuaikan dengan gambar diatasnya.
Ambil gambar dengan tenang, rileks, dan utamanya di air yang jernih atau minimal tidak telalu keruh.
Waktu yang tepat untuk mengambil split undewater adalah saat siang hari. Foto objek dengan membelakangi sinar matahari agar tidak terlalu banyak exposure.

Sumber :

Senin, 22 Februari 2016

Dilarang Masuk


Cirebonmedia.com- Rabu 17 februari 2016 Bertempat di Bioskop 21 Grage Mall, promosi  Pemutaran film Dilarang masuk Sukses memukau hati penonton dengen gendre Horor Komedi, membuat penonton dibuat merinding, berteriak Histeris dan Tertawa terbahak-bahak. Film yang akan Launcing pada 24Maret ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Cirebon.
Menurut Jordi Onsu Salah satu Pemain dalam Film Dilarang Masuk, “saya sangat senang dan berterimakasih kepada masyarakat Cirebon yang telah antusias datang melihat langsung film ini, Meskipun Film ini belum rilis tetapi saya ingin masyarakat cirebon menyaksikan terlebih dahulu dan menceritakannya kepada teman,dan  saudara agar pada pemutaran resmi  tanggal 24maret nanti dapat di sambut lebih baik lagi.
Saat pemutaran selesai banyak sekali penonton yang berfoto dengan pemain Dilarang Masuk yang menyempatkan hadir untuk memeriahkan acara pemutaran perdana di Cirebon Ini.
Image By: Cirebon Media/ Harja
Image By: Cirebon Media/ Harja
Film yang di Produseri oleh Shanker R.S dan di Sutradarai oleh Nayato Fio Naula, serta Penulis Fatimah Fahim, berceritakan tentang keadaan dimana Sekolah di gegerkan dengan hilangnya Lisa, si murid baru yang cenderung pendiam. Adit yang melihat Lisa terakhir kali di lantai atas sekolah, berencana membuat misi mencari Lisa bersama kelima kawanya yang masing-masing mempunyai karakter berbeda. Tentu semua menolak ajakan Adit, karna lantai atas sekolah sudah lama kosong dan dilarang untuk siapapun memasukinya. Karna Adit memaksa dengan alasan iba terhadap keluarga Lisa, akhirnya kelima kawan Adit menyetujuinya.
Tak disangka di lantai atas sekolah, Adit dan kawan-kawan harus menghadapi banyak arwah penasaran dengan wujud yang mengerikan. Ada apa dengan lantai atas sekolah? Mengapa banyak arwah penasaran di sana? Rahasia besar apa yang akan terungkap di lantai yang bertuliskan “Dilarang masuk”.
Dengan susunan para pemain bintang yang telah eksis dikancah perfilman Indonesia yaitu:  Maxime Bouttier, Sahila Hisyam,  Jordi Onsu, Reymon Knuliqh, Rayn Wijaya, Yova Gracia, Jessica Torsten, Monica Oemardi, Denny Martin, Audia Shavira, Nita Soraya. diharapkan Pada pemutaran nanti akan mendapatkan respon yang baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Kita tunggu pemutaranya datang dan saksikan dibioskop-bioskop kesayangan anda 24 Maret 2016.

Sumber :

Bagi Fotografer Pemula, Bisa Menggunakan Teknin Foto Ini


Cirebonmedia.com- Untuk menghasilkan gambar yang berkualitas dan memiliki nilai seni, seorang fotografer harus menguasai paling tidak teknik-teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Teknik dasar tersebut adalah komposisi objek yang baik, pencahayaan yang seimbang dan fokus yang tajam. Untuk melatih itu semua tentu diperlukan latihan konsisten, karena insting/kepekaan kita agar semakin terasah, apalagi terkait dengan komposisi akan cukup sulit dikuasai tanpa latihan rutin.  Komposisi bukan saja objek yang mempunyai susunan bagus melainkan juga angle atau sudut pandang yang baik juga dimana fotografer mampu menemukan titik yang terbaik.
Waktu pengambilan gambar bisa dilakukan kapanpun, baik siang, malam atau petang dengan mempertimbangkan pencahayaan, kondisi tempat pemotretan dan menguasai penggunaan berbagai aksesori kamera untuk mendapatkan gambar yang kita inginkan. Setiap kamera pasti memiliki karakteristik sendiri, oleh karena itu penting sekali bagi seorang fotografer menguasai spesifikasi kamera yang mereka miliki. Disinilah pentingnya peran buku panduan/manual book bawaan yang didalamnya terdapat penjelasan tombol dan panel pada body kamera, setting parameter kamera dan saran untuk menjaga kamera agar lebih awet digunakan.
Berikut ini adalah teknik pengaturan kamera yang perlu kita kuasai:
White Balance
Untuk melakukan pengaturan white balance kita memerlukan benda berwarna putih, bisa menggunakan kertas, baju ataupun dinding. Anggap  kita menggunakan kertas, caranya adalah menempatkan kertas pada bidang tertentu, gunakan pencahayaan yang sedang (tidak kurang atau kelebihan), gunakan manual fokus dan usahakan seluruh framefoto terisi dengan kertas tersebut. Pengaturan white balance bisa dengan menggunakan skala kelvin atau dengan gambar untuk menyatakan temperature pencahayaan ruangan seperti cloudy, tungsteen, white flourescent dan lain-lain. Kita bisa saja menggunakan satu diantara beberapa pilihan sesuai dengan kondisi yang dihadapi misalkan disiang hari dibawah pohon bisa memilih shade, atau disituasi mendung kita bisa memilih cloudy.
Fokus
Pengaturan fokus secara manual dapat dilakukan dengan cara menggeser ke mode Manual (M) panel fokus yang ada di lensa. Dengan begitu fokus dapat kita atur ketajamannya secara manual dengan cara memutar ring fokus pada lensa. Fokus manual sering digunakan dalam kasus minim cahaya seperti indoor atau kondisi di malam hari. Gunakan mode auto apabila tidak ingin repot mengaturnya, fokus akan bergerak otomatis untuk menyesuaikan zoom.
Beberapa teknik pengambilan gambar yang berkaitan dengan jarak adalah 1.Extreme Long Shot (Pandangan Sangat Luas) 2. Long Shot (pandangan lebih Dekat dari ELS) 3. Medium Long Shot (Manusia dari lutut sampai kepala) 4. Medium Shot (objek diatas pinggang sampai kepala) 5. Medium Close Up (Objek manusia dari dada sampai kepala) 6. Close Up(Wajah) 7. Big Close Up (Hidung / mata) 8. Extreme Close Up (Pori-pori kulit) yang mempunyai detail sangat jelas.
Diafragma/aperture
Diafragma disimbolkan dengan f/aperture yakni pengaturan bukaan lensa,  semakin kecil nilai f nya maka semakin besar bukaan lensanya. Bukaan aperture lebar digunakan untuk memasukkan lebih banyak cahaya ke sensor. Hal ini juga akan memiliki efek lain karena area tajam akan semakin sempit dan area bokeh akan semakin lebar. Bukaan aperture lebar banyak digunakan dalam fotografi portrait untuk mengisolasi subjeknya dari background sehingga Nampak menonjol. Sedangkan bukaan aperture kecil akan menyebabkan semua area dalam frame akan Nampak tajam. Bukaan kecil sendiri banyak digunakan untuk fotografi landscape, dimana tujuannya adalah untuk menampilkan kesan 3 Dimensi, jadi semua area perlu tajam, sense of depth maupun sense of scale perlu ditonjolkan. Lensa memiliki bukaan aperture berbeda beda, dan kebanyakan lensa zoom memiliki bukaan aperture tidak selebar lensa prime, dan kalaupun ada akan berharga sangat mahal. Dalam memilih lensa dengan aperture lebar, maka salah satu pertimbangannya adalah jumlah blade, karena semakin banyak maka bokeh akan Nampak semakin lembut dan berbentuk kebulatan.
fotografer
Image By: Cirebon Media/ Leo
Shutter Speed
Shutter speed adalah pengaturan kecepatan buka dan tutup rana atau jendela kamera. Pengaturan shuter speed adalah dalam satuan detik misalnya 1/125 atau 1/1000, jadi Semakin besar angka satuannya misal 1/1000 maka semakin cepat pula waktu buka dan tutup rana/jendela sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih sedikit. Sebaliknya apabila angka satuannya semakin kecil misal 1/125 maka semakin lama pula kecepatan buka dan tutup rana/jendela kamera sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih banyak. Untuk membekukan objek bergerak misalnya orang sedang berselancar atau baling-baling pada helikopter diperlukan settingan shutter speed yang tinggi. Biasanya teknik pegambilan gambar tersebut dinamakan panning atau freeze. Jadi semakin cepat gerakan objek yang ingin kita tangkap maka semakin besar pula satuan shutter speed-nya. Set pengaturan shutter Speed diatas 1/250 untuk membekukan aksi, serta gunakan shutter speed dibawah 1/25 untuk memburamkan objek seperti air yang sedang jatuh/air terjun.
Settingan shutter speed yang rendah, hal ini akan memperbanyak cahaya yang masuk yang sangat berguna apabila dilakukan dimalam hari. Pada shutter speed yang rendah diperlukan bantuan Camera stand (monopod/tripod), agar mampu meredam goyangan dan gambar yang dihasilkan tidak kabur. Lebih baik lagi apabila menggunakan shutter release/aksesori kamera untuk menggantikan peran tangan kanan dalam menekan tombol shutter. Alat ini juga bisa dikendalikan dari jarak jauh sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih tajam. untuk menghasilkan aliran air yang lembut, selain dengan shutter speed lambat juga akan membutuhkan bantuan filter ND/Neutral density untuk mengurangi jumlah cahaya masuk ke sensor akibat penggunaan shutter speed lambat.
ISO
ISO merupakan tingkat kesensitifan sensor kamera. Semakin tinggi ISO maka semakin sensitif pula sensor sehingga gambar yang dihasilkan akan memiliki lebih banyak cahaya, sebaliknya semakin rendah settingan ISO maka semakin minim pula cahaya yang masuk ke sensor kamera. Semakin rendah ISO semakin rendah pula noise, sebaliknya semakin tinggi ISO maka semakin tinggi pula noisenya. Kita harus menemukan setting ISO yang pas untuk kamera. ISO tinggi biasanya digunakan saat malam hari atau saat cahaya benar benar minim. Agar  gambar yang dihasilkan maksimal gunakanlah ISO 100 dan naikkan hanya jika memang dibutuhkan. Ingat, menaikkan ISO juga berarti menaikkan Noise.

Sumber : 

Senin, 08 Februari 2016

Kesenian Cirebon Yang Satu Ini Memiliki Nilai Mistis


Cirebonmedia.com- Membahas tentang budaya di Cirebon memang tidak ada habisnya. Kali ini Cirebon Media akan membahas salah satu budaya khas Cirebon yang memiliki nilai mistis di dalamnya.
Sintren.
Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Banyumas, Kabupaten Kuningan, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama Lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis atau magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci /perawan.
IMG_6548
Image By: Cirebon Media/ Bima
Kata Sintren di bangun oleh 2 kata yaitu si dan tren, “si” atau “ia” dan tren atau tri yang berarti “putri”, jadi arti dari sintren adalah “ia putri”, maksud nya yang sebenarnya menari bukan lah si penari sintren, namun roh seorang putri, yaitu sulasih, atau biasa di sebut Rr. Ratnamsari.
Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut kemudian diikat dari leher hingga kaki, kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Gamelan terus menggema, dua orang yang disebut sebagai pawang tak henti-hentinya membaca mantra dengan asap kemenyan mengepul. Pawang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending. Juru kawih terus berulang-ulang nembang :
“Gulung gulung kasa
Ana sintren masih turu
Wong nontone buru-buru
Ana sintren masih baru”
Yang artinya menggambarkan kondisi sintren dalam kurungan yang masih dalam keadaan tidur. Namun begitu kurungan dibuka, sang Sintren sudah berganti dengan pakaian yang serba bagus layaknya pakaian yang biasa digunakan untuk menari topeng, ditambah lagi sang Sintren memakai kaca mata hitam. Sintren kemudian menari secara monoton. Namun jika ada orang yang melempar sintren dengan uang, sintren akan terjatuh pingsan. Sintren akan sadar kembali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh pawang.
Namun saat ini tari sintren semakin jarang terlihat karena kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian budaya Cirebon. Semoga dengan adanya artikel ini masyarakat lebih mengetahui dan mencintai kesenian daerahnya sendiri yaitu Tari Sintren.

Sumber :

Seni Lukis Kaca Cirebon Yang Memiliki Nilai Sejarah Tinggi


Cirebonmedia.com– Kota Cirebon merupakan kota dengan beragam seni dan budaya yang konon katanya sudah ada sejak abad ke 17 Masehi, dan salah satu seni yaitu Lukisan Kaca yang telah dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembangannya Agama Islam di Pulau Jawa yang diperankan oleh para wali Allah,  Pada masa pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, Lukisan Kaca Cirebon sangat terkenal sebagai media dakwah Islam yang berupa Lukisan Kaca Kaligrafi dan berupa Lukisan Kaca pawayangan yang menceritakan tentang Islam.
Pengaruh Islam yang disebarkan oleh para wali juga menjadi ciri khas dari lukisan kaca Cirebon. Bahkan setelah pengaruh China, gambar-gambar yang dihasilkan seniman tradisional selalu berhubungan dengan Islam seperti gambar kabah, masjid dan kaligrafi berisi ayat-ayat Al-quran atau Hadis shahih.
lukisan kaca cirebon 500X500
Image By: Google.com
Pengaruh cerita wayang berasal dari pertunjukan wayang yang diperagakan para wali untuk menyebarkan agama Islam. Kuatnya kepercayaan tokoh wayang yang baik, membuat para pengrajin lukisan kaca selalu menampilkan tokoh seperti Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana, dan lain-lain.
Sejak itu lukisan kaca dikenal orang sebagai media dakwah dengan munculnya Lukisan Kaca Kaligrafi Islam, di mana pada setiap lukisan kaca akan banyak ditemui tulisan yang berasal dari cuplikan Ayat Al-Qur’an dan Hadist.
Semakin lama Lukisan Kaca Cirebon semakin berkembang dengan keragaman objek yang ditampilkan, objek Wayang dan objek Batikan makin mewarnai desain Lukisan Kaca Cirebon. Pada abad ke-19, lukisan kaca Cirebon cenderung mengambil tema wayang. lukisan kaca khas Cirebon mungkin tampak seperti lukisan yang dibingkai dan dilapisi kaca biasa.
 Padahal, lukisan ini justru dilukis di atas kaca. Berbeda dengan pelukis kaca dari Jawa Tengah yang biasa melukis di atas kaca dari depan dan mengandaikan kaca layaknya kanvas, pelukis kaca dari Cirebon justru melukis kaca dari belakang. Menggunakan teknik lukis terbalik dengan mechanical pen, lukisan ini memang unik dan membutuhkan keahlian tersendiri. Cat yang digunakan untuk melukis di kaca ini sama seperti cat untuk melukis di media kanvas. Pelukis kaca ini menempatkan semacam kayu panjang di antara lukisannya, untuk menyangga tangannya agar tidak menyentuh lukisan yang baru dipoles.
Namun, dalam era persaingan globalisasi, lukisan kaca kini semakin tersisih seiring membanjirnya produk-produk lain yang lebih modern. Lukisan kaca harus bersaing ketat untuk merebut perhatian konsumen. Saat ini, tidak mudah untuk menemukan penjual lukisan kaca. Beberapa penjual bisa ditemui di emperan peran pemerintah diharapkan dapat kembali menumbuhkan eksistensi lukisan kaca dikancah Internasional.

Sumber :

Rabu, 27 Januari 2016

Diterpa Kemajuan Zaman, Burok Tetap Bertahan


Cirebonmedia.com– Kota yang unik dengan perpaduan kebudayaan dan kesenian dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Arab serta Cina. Kota yang akrab dengan sebutan Kota Udang dan terkadang juga disebut sebagai Kota Wali. Cirebon sebuah kota yang terletak diantara Jawa Tengah dan Jawa Barat yang merupakan salah satu kota di Indonesia dengan berbagai ragam kesenian dan budaya serta saksi dimana sebuah peradaban maju pernah terjadi disini.
Berbicara mengenai seni dan budaya, ada salah satu kesenian yang unik dari Kota yang dimasa lampau pernah dipimpin oleh salah satu Wali tersohor yaitu Sunan Gunung Jati yang pernah membawa Cirebon berada pada masa kejayaannya. Burok merupakan kesenian yang sering digelar untuk perayaan seperti khitanan, berupa boneka besar berwujud kuda terbang yang dipanggul oleh 4 orang.
Berdasarkan penuturan dari para seniman, Kesenian ini diperkirakan muncul sekitar tahun 1934. Bermula dari seorang penduduk desa Kalimaro Kecamatan Babakan yang bernama Kalil yang membuat sebuah kreasi baru seni Badawang yaitu berupa Kuda Terbang, konon ia diilhami oleh cerita rakyat yang hidup di kalangan masyarakat Islam tentang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dengan menunggang hewan kuda bersayap yang disebut Buroq.
Menurut cerita dari beberapa masyarakat Cirebon, pada masa itu masyarakat dikenalkan dengan kesenian burok melalui media lukisan kaca yang pada waktu itu cukup populer dan dimiliki oleh beberapa anggota masyarakat di Cirebon. Lukisan kaca tersebut berupa Kuda sembrani, seekor kuda yang memiliki sayap. Pada saat itu masyarakat Cirebon tidak terlalu asing dengan figur burok ini, atas dasar hal tersebut Kalil melalui kreativitasnya dengan melahirkan sebuah Badawang baru yang diberinama Buroq, sementara keseniannya diberi nama seni genjring Burok.
Jpeg
Jpeg
Pada saat perayaan Khitanan burok atau burokan kerap muncul seabagai seni yang menunjang kemeriahan acara yang berlangsung. Biasanya pertunjukan ini dilangsungkan pada pagi hari dan mulai berkeliling kampung di area perayaan digelar. Sebelum berkeliling kampung, ketua rombongan biasanya memastikan terlebih dahulu bahwa perlengkapan dan kesiapan rombongan sudah siap menjalankan perannya dan setelah itu membaca doa. Arak-arakan dimulai dengan berkumpulnya masyarakat dan anak yang dikhitan dinaikan ke atas boneka burok lengkap dengan pakaian khas daerah, biasanya boneka burok berwujud kuda terbang, Gajah serta Macan. Boneka burok dipanggul oleh empat orang dua di depan dan dua di belakang yang diiringi oleh alunan musik yang terdiri dari 3 buah dogdog yang berukuran besar, sedang dan kecil, 4 genjring, 1 simbal, organ, gitar, gitar melodi, kromong, suling, dan kecrek.
Burok atau burokan memiliki makna syukur kepada sang pencipta. Kesenian ini dianggap seni islami karena mengadopsi kendaraan yang digunakan oleh Rasullulah saat melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Karena kisah inilah yang sering diceritakan sebagai dongeng dari tempat-tempat pengajian yang diabadikan juga dalam lukisan-lukisan kaca.
Dengan demikianlah yang membuat masyarakat Cirebon yang mayoritas memeluk Islam mudah menerima kesenian yang satu ini. Meski zaman telah berkembang dan kebudayaan serta kesenian asing berbondong-bondong masuk ke Nusantara, Burok tetap mampu bertahan dan tetap dilestarikan oleh masyarakat di Cirebon dan bahkan tersebar sampai kebeberapa daerah seperi Kuningan, Losari dan Indramayu.


Image By: Andri “Big” Septioadi/ Cirebon Media

Sumber :

Batik Trusmi Ajak Pengunjung Hotel Metland Membatik


Cirebonmedia.com – Menurunnya minat membatik di kalangan masyarakat khususnya daerah Cirebon membuat Pusat Grosir Batik Trusmi memberikan pelayanan khusus bagi para pengunjung yang datang untuk lebih mengenal bagaimana proses membatik. Seperti salah satunya, pada Kamis lalu rombongan Metland Hotel yang datang kesini pun turut mempelajari proses pembuatan batik.
Sebanyak 30 orang lebih yang tergabung dalam rombongan Metland Hotel ini pun turut serta mengikuti proses pembelajaran membatik. Dengan didampingi para pembatik dari pihak Pusat Grosir Batik Trusmi, mereka pun diajarkan cara-cara untuk memberikan malam pada kain batik yang telah diberi pola tersebut.
“ penasaran aja bagaimana proses membatik itu, soalnya kalau diliatkan mudah gitu tapi pas saya mau nyoba tenyata susah juga yah, “ Ujar Agus salah satu rombongan dari Metlanda Hotel.
Seperti beberapa waktu lalu juga rombongan dari Bimbel Cahaya Nusantara Bekasi sempat mengikuti pembelajaran proses membatik di Pusat Grosir Batik Trusmi pada Sabtu  kemarin.
IMG_2884
Image By: Trusmi
Perlu diketahui juga bahwa di Pusat Grosir Batik Trusmi ini selain para pengunjung bisa membeli berbagai produk oleh-oleh khas Cirebon. Para pengunjung pun dapat mencoba untuk mengetahui dan belajar proses pembatikan. Untuk syarat mengikuti proses pembatikkan ini para pengunjung cukup dengan membayar Rp. 35.000 perorang sudah termasuk pewarnaan pada karya batik yang anda buat. Penasaran untuk mencoba sensasi membatik dengan pola khas Cirebon? yuh datang dan rasakan proses membatik di Pusat Grosir Batik Trusmi.
Membatik sendiri merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.
Dengan adanya kegiatan pembelajaran membatik yang diberikan kepada masyarakat luas, semoga kedepannnya warisan budaya yang luhur ini ndapat dilestarikan melalui tangan-tangan penerus bangsa. Jangan sampai kebudayaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia ini hilang termakan zaman.

Sumber :

Tari Topeng Beling


Cirebonmedia.com- Cirebon merupakan satu daerah yang terletak di ujung timur Provinsi Jawa Barat. Daerah yang merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah ini membuat proses alkulturasi budaya pun terjadi antara dua kultur masyarakat Sunda dan Jawa. Ada salah satu kesenian Cirebon yang merupakan hasil alkulturasi yaituTopeng Beling.
Topeng Beling merupakan salah satu seni tari yang tumbuh dan berkembang di Cirebon tepatnya yaitu di Sanggar Seni Sekar Pandan yang berada di komplek Keraton Kacirebonan. Tari Topeng Beling ini diciptakan oleh Elang Heri Komarahadi pada tahun 1995. Tari Topeng Beling ini merupakan perpaduan dari unsur debus dan tari Topeng Cirebon. Topeng Beling sama seperti tari Topeng Cirebon pada umumnya yaitu mengenakan topeng atau kedok.
IMG_6174
Image By: Cirebon Media/ Bima
Selain itu, Topeng Beling ini juga dipentaskan oleh kaum laki-laki, berbeda dengan tari Topeng Cirebon yang bisa ditarikan oleh penari perempuan. Dimana untuk menarikan Topeng Beling ada beberapa persyaratan yang harus dikuasi oleh penari tersebut yang diantaranya, penari Topeng Beling selain harus menguasai tari Topeng Cirebon itu sendiri dan juga harus menguasai keahlian atraksi debus. Hal ini dikarenakan dalam pertunjukan Topeng Beling terdapat atraksi debusnya yaitu, penari Topeng Beling sesekali menari di atas beling.
Topeng Beling terdiri dari dua kata yaitu Topeng dan Beling. Menurut pendapat umum, istilah kata topeng mengandung pengertian sebagai penutup muka/kedok. Sedangkan “Beling” adalah kata serapan dari bahasa Sunda yang artinya pecahan kaca. Berdasarkan istilah itu, dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Beling adalah sebuah tarian yang menggunakan penutup muka (kedok) dan menari di atas pecahan kaca.
Dalam perkembangannya, tari Topeng Beling ini sudah dipentaskan di beberapa tempat diantaranya di Taman Mini Indonesia Indah, Taman Budaya Jakarta, Solo dalam acara FKN, dan Taman Budaya Jawa Barat. Topeng Beling ini juga pernah mendapatkan penghargaan tata tari terbaik se-Jawa Barat, yang akhirnya Topeng Beling ini menjadi salah satu maskot tari Kota Cirebon. Namun, keberadaan Topeng Beling pada saat ini belum diketahui oleh masyarakat luas meskipun Topeng Beling ini sudah menjadi salah satu maskot Jawa Barat.
Sumber :

Minggu, 17 Januari 2016

Batik Megamendung yang Mendunia



Cirebonmedia.com– Kesenian daerah Cirebon memiliki karakteristik tersendiri dan batik merupakan salah satu kesenian khas Cirebon yang memiliki ciri tersendiri. Batik asal Cirebon tak kalah populer jika dibandingkan dengan batik asal Solo, Jogja atau Pekalongan. Dan bati Megamendung merupakan batik khas Cirebon yang cukup terkenal dan mendunia.
Megamendung merupakan batik dengan motif yang digunakan oleh masyarakat Cirebon sebagai motif dasar batik yang sudah tidak asing lagi bagi pecinta batik di tanah air, begitupula bagi masyarakat pecinta batik di luar negeri. Bukti ketenaran motif Megamendung berasal dari kota Cirebon pernah dijadikan sebagai cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul “Batik Design” karya Pepin Van Roojen bangsa Belanda.
Menurut sejarah motif batik megamendung diadopsi dari berbagai macam buku dan literature yang mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China yang datang ke wilayah Cirebon. Tercatat dengan jelas dalam sejarah bahwa Sunan Gunung Jati menikahi Ratu Ong Tien dari negeri China. Beberapa benda seni yang dibawa dari negeri China diantaranya adalah keramik, piring, kain yang berhiasan bentuk awan. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan ini juga berpengaruh pada dunia kesenirupaan Islam pada abad 16 yang digunakan oleh kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas.
motif-megamendung 500 x 500Batik yang satu ini sudah dikenal hingga manca Negara setelah sukses dijadikan sebagai cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design karya Pepin Van Roojen bangsa Belanda, ketenaran megamendung diperkuat dengan pernytaan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapat pengakuan sebagai salah satu World Heritage.
Tak hanya sampai disitu saja, desainer asal Inggris Julien Macdonald untuk karya Spring 2012. Motif yang digunakan julien pada baju yang ia design menggunakan corak motif megamendung, meski ada beberapa pihak yang mengatakan itu merupakan motif ikan dan naga yang berasal dari Asia Timur. Akan tetapi jika jika dicermati, motif yang digunakan lebih nampak sebagai perwujudan dari megamendung.
Sebagai masyarakat tempat dimana kesenian ini berasal, kita harus lebih mencintai dan bangga untuk mengenakannya. Jangan sampai kesenian ini lenyap atau diakui oleh bangsa lain. Dan berbanggalah karena tidak semua kota di Indonesia yang mempunyai budaya yang cukup banyak dan mendunia seperti batik megamendung Cirebon ini.


Image By: Google.com

Tari Topeng Cirebon yang Mulai Mendunia



Cirebonmedia.com- Siapa yang tak mengenal kesenian asal Kota Cirebon yang satu ini, sebuah tarian dimana si penari mengenakan topeng khas saat pertunjukan. Tarian ini dikenal dengan nama Tari topeng Cirebon, Tari Topeng Cirebon merupakan sebuah gambaran budaya yang luhur, filsafat kehidupan yang menggambarkan sisi lain dari diri setiap manusia.
Tari topeng Cirebon biasanya ditampilkan tunggal atau pun berkelompok . Dalam pementasannya menggunakan beberapa jenis topeng yang diperankan sang penari saat pertunjukan diantaranya, Topeng Panji, Topeng Samba, Topeng Rumyang, Topeng Tumenggung dan Topeng Kelanan.
Menurut Marsita, salah seorang seniman asli asal Cirebon mengatakan, kata topeng berasal dari kata” Taweng” yang berarti tertutup atau menutupi. Sedangkan menurut pendapat umum, istilah kata topeng mengandung pengertian sebagai penutup muka atau kedok. Berdasarkan asal katanya tersebut, maka tari topeng pada dasarnya merupakan seni tari tradisional masyarakat Cirebon yang secara spesifik menonjolkan penggunaan penutup muka berupa topeng atau kedok oleh para penari pada waktu pementasannya.
Tari Topeng ini sudah ada jauh sejak abad 10-11M yaitu pada masa pemerintahan Raja Jenggala di Jawa Timur yaitu Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan Seni Tari Topeng ini masuk ke Cirebon dan mengalami akulturasi dengan kebudayaan setempat. Dan seiring waktu berjalan tari topeng mulai mengalami perkembangan pada gerakannya disesuaikan dengan budaya yang ada di Cirebon
Ternyata tarian ini tak hanya popular di daerah asalnya saja, namun dalam waktu dekat ini akan dipentaskan dipanggung seni berlabel internasional. Tari topeng akan dipentaskan dalam pagelaran OzAsia Festival di Adelaide, Australia.
IMG_7949-2Melalui akun jejaring sosialnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan “Wong Cirebon kudu bangga! Tari Topeng Cirebon akan dipentaskan di Festival Ozasia. 9 September -3 Oktober 2015 di Adelaide Festival Center – Australia” . tutur beliau.
Menurut Direktur Festival OzAsia Joseph Mitchell, tahun ini Indonesia memang menjadi fokus utama, dan Teater Garasi merupakan salah satu penampil yang akan menyemarakkan pembukaan festival tahunan ini.
OzAsia akan dimulai 24 September mendatang dan berlangsung hingga 11 hari. Selain Teater Garasi, sepanjang akhir pekan sejak pembukaan, akan ada 20 penampilan dari lebih 100 seniman Indonesia.
Itulah sebabnya, OzAsia 2015 ini disebut-sebut sebagai penampilan seni Indonesia kontemporer terbesar yang pernah digelar di Australia.
Sebagai warga Cirebon kita harus bangga karena salah satu kesenian daerah asli Cirebon mulai dikenal dan mendunia. Kesenian harus tetap dijaga dan dilestarikan jika tidak ingin kesenian ini mati termakan oleh perkembangan zaman.


Image By: Bhakti Gunawan/ Cirebon Media

Sumber :
Cirebon Media - Tari Topeng Cirebon yang Mulai Mendunia

Pemutaran Kembali Film SITA PERMATA SYURGA



Cirebonmedia.com Dunia perfilman di Indonesia pun menampakkan perkembangannya dengan banyaknya komunitas-komunitas pecinta film atau komunitas yang bergerak membuat film pendek di suatu daerah tertentu. Di Cirebon sendiri muncul sebuah komunitas pecinta film yang dikenal dengan “Jeh Film Community” yang kerap sekali berkarya demi memberikan edukasi bagi masyarakat.
Komunitas Film di kota Cirebon kembali mempersembahkan karya terbaiknya, Setelah sukses dengan pemutaran perdananya yang  dihadiri lebih dari 1000 Pengunjung dan KJFC komunitas Jeh Film Cirebon kembali  mempersembahkan SITA PERMATA SYURGA Bertempat di gedung kaliandra Jl perjuangan no 09 Kota Cirebon.
Film Edukasi Kisah Nyata ‘SITA PERMATA SYURGA’ yang mengangkat kisah hidup Ananda Sita Permatasari yang sarat akan nilai moral sehingga film bukan hanya sebagai media hiburan semata, melainkan juga sebagai pembelajaran hidup dan bahan perenungan agar kita selalu berjalan ke arah yang lebih baik lagi.
Komunitas-Jeh-Film-Kembali-Tayangkan-Syita-Permata-Surga-Small
Image By: Cirebon Media/ Harja
Acara yang telah diselenggarakan pada tanggal 16-17 januari 2016 disponsori Oleh Cirebon Media, Radar Cirebon, Tabloid Kirana, Nuansa Radio dan Maritim FM. Berbeda dengan pemutaran perdananya kali ini komunitas jeh film cirebon memberikan tambhan hiburan yaitu Stand Up Comedy dan Simple Magic Communication
Komunitas Jeh Film sendiri merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang perfilman yang berdiri pada tanggal 22 Oktober 2013 sesuai hari pertama berkumpul sekaligus bersatunya para pendiri yang memiliki tujuan sama.
Tujuan berdirinya Komunitas Jeh Film adalah mengenalkan budaya Cirebon melalui film kepada masyarakat luas terutama melekatkan kembali budaya yang ada di Cirebon kepada masyarakat Cirebon agar krisis budaya tidak kian mengendap di masyarakat. Selain itu, disadari pula bahwa sumber daya manusia yang ada di Cirebon dapat diberdayakan potensinya terutama di bidang perfilman.
Dengan para pemain Dino Syahrudin, Rosalia DK, Farha Sufi H, Sri Astuti, Risma Nur Insani, Astri, Widdya Ayu, Syifana, Ade Sumpena, Yus Q GDE, Hanna YP, R.Jihan T, Dhesal PL, Abdul Kholik, R.Riana SY, Galih MP, Pangeran Jabakuta, Oktavia, MA Alfatin, Naruyo Brebes.

Rabu, 13 Januari 2016

Kesenian Gembyung Cirebon


Cirebonmedia.com– Kehidupan masyarakat di Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran sebuah Kesenian. Kesenian inilah yang mampu menciptakan karakter dari tiap daerah yang tersebar di Nusantara sehingga memimiliki perbedaan dari daerah lainya. Bisa dikatakan, hal ini juga yang menciptakan budaya khas dari suatu daerah.
Kesenian merupakan intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Menurut Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
Di Negara yang memiliki lambang burung Garuda ini, memiliki begitu banyak kesenian yang tersebar diseluruh luas wilayahnya. Ada satu kesenian yang merupakan warisan para Wali yaitu Seni Gembyung. Seni ini berasal dari Kota Wali yaitu Cirebon.
Gembyung 500X500Seni Gembyung adalah pengembangan dari kesenian Terbang yang hidup di lingkungan pesantren. Seperti halnya kesenian terbang, gembyung digunakan oleh para wali yang dalam hal ini Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan agama Islam di Cirebon. Kesenian Gembyung ini biasa dipertunjukkan pada upacara-upacara kegiatan Agama Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dan Kegiatan 1 Syuro yang digelar di sekitar tempat ibadah. Seni ini adalah jenis musik ensambel yang di dominasi oleh alat musik yang disebut waditra.
Melalui perkembangannya Gembyung tak hanya bisa dijumpai dalam lingkungan pesantren saja melainkan sudah berkembang dan dapat ditemukan di acara-acara adat seperti Khitanan, Perkawinan, bongkar bumi, mapag sri, dan perayaan lainnya.
Kesenian Gembyung dalam pementasannya terdiri dari tiga alat musik yaitu kendang, kempling dan bangker. Kidung yang disajikan dalam pagelaranya antara lain Assalamualaikum, Basmalah, Salawat Nabi dan Salawat Badar.Serta pemainnya mengenakan peci, kemeja putih dan sarung.
Kesenian seperti ini harus tetap dipertahankan karena mengandung nilai sejarah yang sangat kental, Gembyung harus tetap dijaga karena ini merupakan ciri khas dari kota yang memiliki segudang keunikan yaitu Cirebon.


Image By: Google.com

Sumber :

Angklung Bungko Tradisi Cirebon Yang Kian Terkikis Zaman


Cirebonmedia.com- Cirebon merupakan suatu daerah yang terletak di Pantai Utara Jawa dengan berbagai keunikan karena akulturasi budaya yang melebur menjadi satu yang membentuk Kota ini memiliki ciri khas dari segi seni dan budaya yang salah salah satunya adalah Angklung Bungko.
Waktu demi waktu zaman semakin berkembang dengan berbarengan seni dan budaya asing masuk ke tanah air. Semakin banyaknya budaya asing yang masuk membuat kesenian dan budaya lokal sedikit demi sedikit mulai terkikis oleh perkembangan zaman yang kebanyakan berkiblat kepada budaya asing yang telah masuk dan hal ini pula yang membuat Angklung Bungko mulai jarang ditemukan lagi.
Angklung Bungko merupakan kesenian khas Cirebon yang berasal dari desa Bungko di Kecamatan Kapetakan. Alat musik yang digunakan dalam pementasaanya ialah gendang, tutukan, klenong dan gong.
Kesenian yang satu ini pada awalnya merupakan musik ritmis dengan menggunakan media kentongan yang terbuat dari potongan bambu, kesenian ini diperkirakan lahir menjelang abad ke-17 setelah wafatnya Sunan Gunung Jati. Kesenian telah berusia 600 tahun. Dinamakan Angklung Bungko karena kesenian tersebut tumbuh dan besar di daerah Bungko, Cirebon Utara. Kesenian ini tercipta atas dasar luapan emosi kegembiraan masyarakat Bungko setelah memenangkan perang melawan pasukan Pangeran Pekik.
Angklung Bungko 500X500Saat pementasaannya tarian yang digunakan di dalamnya berupa gerakan-gerakan yang menggambarkan peperangan saat masyarakat bungko berhasil mematahkan serangan yang dilancarkan oleh pasukan dari pihak musuh. Gerakan dalam kesenian ini diantaranya Panji yang menggambarkan sikap berdzikir, Benteleye yang menggambarkan sikap bertindak dalam menghadapi suatu rintangan dalam perjalanan, Bebek Ngoyoryang menggambarkan jerih payah dalam upayauntuk mencapai tujuan dan Ayam Alas yang menggambarkan kelincahan dalam mencari sasaran yang telah dipilih.
Pagelaran kesenian Angklung Bungko biasanya dapat ditemukan pada upacara adat, namun seiring perkembangan zaman dari waktu ke waktu kesenian yang memiliki folosofis yang cukup dalam bagi masyarakat Bungko ini sudah semakin sulit ditemukan karena sedikit demi sedikit mulai terkikis oleh zaman. Sebagai masyarakat Cirebon, marilah kita bergandengan tangan untuk tetap menjaga kesenian daerah Cirebon agar tidak hilang dimakan zaman.


Image By: google.com
Sumber :