Senin, 22 Februari 2016

Dilarang Masuk


Cirebonmedia.com- Rabu 17 februari 2016 Bertempat di Bioskop 21 Grage Mall, promosi  Pemutaran film Dilarang masuk Sukses memukau hati penonton dengen gendre Horor Komedi, membuat penonton dibuat merinding, berteriak Histeris dan Tertawa terbahak-bahak. Film yang akan Launcing pada 24Maret ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Cirebon.
Menurut Jordi Onsu Salah satu Pemain dalam Film Dilarang Masuk, “saya sangat senang dan berterimakasih kepada masyarakat Cirebon yang telah antusias datang melihat langsung film ini, Meskipun Film ini belum rilis tetapi saya ingin masyarakat cirebon menyaksikan terlebih dahulu dan menceritakannya kepada teman,dan  saudara agar pada pemutaran resmi  tanggal 24maret nanti dapat di sambut lebih baik lagi.
Saat pemutaran selesai banyak sekali penonton yang berfoto dengan pemain Dilarang Masuk yang menyempatkan hadir untuk memeriahkan acara pemutaran perdana di Cirebon Ini.
Image By: Cirebon Media/ Harja
Image By: Cirebon Media/ Harja
Film yang di Produseri oleh Shanker R.S dan di Sutradarai oleh Nayato Fio Naula, serta Penulis Fatimah Fahim, berceritakan tentang keadaan dimana Sekolah di gegerkan dengan hilangnya Lisa, si murid baru yang cenderung pendiam. Adit yang melihat Lisa terakhir kali di lantai atas sekolah, berencana membuat misi mencari Lisa bersama kelima kawanya yang masing-masing mempunyai karakter berbeda. Tentu semua menolak ajakan Adit, karna lantai atas sekolah sudah lama kosong dan dilarang untuk siapapun memasukinya. Karna Adit memaksa dengan alasan iba terhadap keluarga Lisa, akhirnya kelima kawan Adit menyetujuinya.
Tak disangka di lantai atas sekolah, Adit dan kawan-kawan harus menghadapi banyak arwah penasaran dengan wujud yang mengerikan. Ada apa dengan lantai atas sekolah? Mengapa banyak arwah penasaran di sana? Rahasia besar apa yang akan terungkap di lantai yang bertuliskan “Dilarang masuk”.
Dengan susunan para pemain bintang yang telah eksis dikancah perfilman Indonesia yaitu:  Maxime Bouttier, Sahila Hisyam,  Jordi Onsu, Reymon Knuliqh, Rayn Wijaya, Yova Gracia, Jessica Torsten, Monica Oemardi, Denny Martin, Audia Shavira, Nita Soraya. diharapkan Pada pemutaran nanti akan mendapatkan respon yang baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Kita tunggu pemutaranya datang dan saksikan dibioskop-bioskop kesayangan anda 24 Maret 2016.

Sumber :

Bagi Fotografer Pemula, Bisa Menggunakan Teknin Foto Ini


Cirebonmedia.com- Untuk menghasilkan gambar yang berkualitas dan memiliki nilai seni, seorang fotografer harus menguasai paling tidak teknik-teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Teknik dasar tersebut adalah komposisi objek yang baik, pencahayaan yang seimbang dan fokus yang tajam. Untuk melatih itu semua tentu diperlukan latihan konsisten, karena insting/kepekaan kita agar semakin terasah, apalagi terkait dengan komposisi akan cukup sulit dikuasai tanpa latihan rutin.  Komposisi bukan saja objek yang mempunyai susunan bagus melainkan juga angle atau sudut pandang yang baik juga dimana fotografer mampu menemukan titik yang terbaik.
Waktu pengambilan gambar bisa dilakukan kapanpun, baik siang, malam atau petang dengan mempertimbangkan pencahayaan, kondisi tempat pemotretan dan menguasai penggunaan berbagai aksesori kamera untuk mendapatkan gambar yang kita inginkan. Setiap kamera pasti memiliki karakteristik sendiri, oleh karena itu penting sekali bagi seorang fotografer menguasai spesifikasi kamera yang mereka miliki. Disinilah pentingnya peran buku panduan/manual book bawaan yang didalamnya terdapat penjelasan tombol dan panel pada body kamera, setting parameter kamera dan saran untuk menjaga kamera agar lebih awet digunakan.
Berikut ini adalah teknik pengaturan kamera yang perlu kita kuasai:
White Balance
Untuk melakukan pengaturan white balance kita memerlukan benda berwarna putih, bisa menggunakan kertas, baju ataupun dinding. Anggap  kita menggunakan kertas, caranya adalah menempatkan kertas pada bidang tertentu, gunakan pencahayaan yang sedang (tidak kurang atau kelebihan), gunakan manual fokus dan usahakan seluruh framefoto terisi dengan kertas tersebut. Pengaturan white balance bisa dengan menggunakan skala kelvin atau dengan gambar untuk menyatakan temperature pencahayaan ruangan seperti cloudy, tungsteen, white flourescent dan lain-lain. Kita bisa saja menggunakan satu diantara beberapa pilihan sesuai dengan kondisi yang dihadapi misalkan disiang hari dibawah pohon bisa memilih shade, atau disituasi mendung kita bisa memilih cloudy.
Fokus
Pengaturan fokus secara manual dapat dilakukan dengan cara menggeser ke mode Manual (M) panel fokus yang ada di lensa. Dengan begitu fokus dapat kita atur ketajamannya secara manual dengan cara memutar ring fokus pada lensa. Fokus manual sering digunakan dalam kasus minim cahaya seperti indoor atau kondisi di malam hari. Gunakan mode auto apabila tidak ingin repot mengaturnya, fokus akan bergerak otomatis untuk menyesuaikan zoom.
Beberapa teknik pengambilan gambar yang berkaitan dengan jarak adalah 1.Extreme Long Shot (Pandangan Sangat Luas) 2. Long Shot (pandangan lebih Dekat dari ELS) 3. Medium Long Shot (Manusia dari lutut sampai kepala) 4. Medium Shot (objek diatas pinggang sampai kepala) 5. Medium Close Up (Objek manusia dari dada sampai kepala) 6. Close Up(Wajah) 7. Big Close Up (Hidung / mata) 8. Extreme Close Up (Pori-pori kulit) yang mempunyai detail sangat jelas.
Diafragma/aperture
Diafragma disimbolkan dengan f/aperture yakni pengaturan bukaan lensa,  semakin kecil nilai f nya maka semakin besar bukaan lensanya. Bukaan aperture lebar digunakan untuk memasukkan lebih banyak cahaya ke sensor. Hal ini juga akan memiliki efek lain karena area tajam akan semakin sempit dan area bokeh akan semakin lebar. Bukaan aperture lebar banyak digunakan dalam fotografi portrait untuk mengisolasi subjeknya dari background sehingga Nampak menonjol. Sedangkan bukaan aperture kecil akan menyebabkan semua area dalam frame akan Nampak tajam. Bukaan kecil sendiri banyak digunakan untuk fotografi landscape, dimana tujuannya adalah untuk menampilkan kesan 3 Dimensi, jadi semua area perlu tajam, sense of depth maupun sense of scale perlu ditonjolkan. Lensa memiliki bukaan aperture berbeda beda, dan kebanyakan lensa zoom memiliki bukaan aperture tidak selebar lensa prime, dan kalaupun ada akan berharga sangat mahal. Dalam memilih lensa dengan aperture lebar, maka salah satu pertimbangannya adalah jumlah blade, karena semakin banyak maka bokeh akan Nampak semakin lembut dan berbentuk kebulatan.
fotografer
Image By: Cirebon Media/ Leo
Shutter Speed
Shutter speed adalah pengaturan kecepatan buka dan tutup rana atau jendela kamera. Pengaturan shuter speed adalah dalam satuan detik misalnya 1/125 atau 1/1000, jadi Semakin besar angka satuannya misal 1/1000 maka semakin cepat pula waktu buka dan tutup rana/jendela sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih sedikit. Sebaliknya apabila angka satuannya semakin kecil misal 1/125 maka semakin lama pula kecepatan buka dan tutup rana/jendela kamera sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih banyak. Untuk membekukan objek bergerak misalnya orang sedang berselancar atau baling-baling pada helikopter diperlukan settingan shutter speed yang tinggi. Biasanya teknik pegambilan gambar tersebut dinamakan panning atau freeze. Jadi semakin cepat gerakan objek yang ingin kita tangkap maka semakin besar pula satuan shutter speed-nya. Set pengaturan shutter Speed diatas 1/250 untuk membekukan aksi, serta gunakan shutter speed dibawah 1/25 untuk memburamkan objek seperti air yang sedang jatuh/air terjun.
Settingan shutter speed yang rendah, hal ini akan memperbanyak cahaya yang masuk yang sangat berguna apabila dilakukan dimalam hari. Pada shutter speed yang rendah diperlukan bantuan Camera stand (monopod/tripod), agar mampu meredam goyangan dan gambar yang dihasilkan tidak kabur. Lebih baik lagi apabila menggunakan shutter release/aksesori kamera untuk menggantikan peran tangan kanan dalam menekan tombol shutter. Alat ini juga bisa dikendalikan dari jarak jauh sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih tajam. untuk menghasilkan aliran air yang lembut, selain dengan shutter speed lambat juga akan membutuhkan bantuan filter ND/Neutral density untuk mengurangi jumlah cahaya masuk ke sensor akibat penggunaan shutter speed lambat.
ISO
ISO merupakan tingkat kesensitifan sensor kamera. Semakin tinggi ISO maka semakin sensitif pula sensor sehingga gambar yang dihasilkan akan memiliki lebih banyak cahaya, sebaliknya semakin rendah settingan ISO maka semakin minim pula cahaya yang masuk ke sensor kamera. Semakin rendah ISO semakin rendah pula noise, sebaliknya semakin tinggi ISO maka semakin tinggi pula noisenya. Kita harus menemukan setting ISO yang pas untuk kamera. ISO tinggi biasanya digunakan saat malam hari atau saat cahaya benar benar minim. Agar  gambar yang dihasilkan maksimal gunakanlah ISO 100 dan naikkan hanya jika memang dibutuhkan. Ingat, menaikkan ISO juga berarti menaikkan Noise.

Sumber : 

Senin, 08 Februari 2016

Kesenian Cirebon Yang Satu Ini Memiliki Nilai Mistis


Cirebonmedia.com- Membahas tentang budaya di Cirebon memang tidak ada habisnya. Kali ini Cirebon Media akan membahas salah satu budaya khas Cirebon yang memiliki nilai mistis di dalamnya.
Sintren.
Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Banyumas, Kabupaten Kuningan, dan Pekalongan. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama Lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis atau magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci /perawan.
IMG_6548
Image By: Cirebon Media/ Bima
Kata Sintren di bangun oleh 2 kata yaitu si dan tren, “si” atau “ia” dan tren atau tri yang berarti “putri”, jadi arti dari sintren adalah “ia putri”, maksud nya yang sebenarnya menari bukan lah si penari sintren, namun roh seorang putri, yaitu sulasih, atau biasa di sebut Rr. Ratnamsari.
Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut kemudian diikat dari leher hingga kaki, kemudian dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain. Gamelan terus menggema, dua orang yang disebut sebagai pawang tak henti-hentinya membaca mantra dengan asap kemenyan mengepul. Pawang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending. Juru kawih terus berulang-ulang nembang :
“Gulung gulung kasa
Ana sintren masih turu
Wong nontone buru-buru
Ana sintren masih baru”
Yang artinya menggambarkan kondisi sintren dalam kurungan yang masih dalam keadaan tidur. Namun begitu kurungan dibuka, sang Sintren sudah berganti dengan pakaian yang serba bagus layaknya pakaian yang biasa digunakan untuk menari topeng, ditambah lagi sang Sintren memakai kaca mata hitam. Sintren kemudian menari secara monoton. Namun jika ada orang yang melempar sintren dengan uang, sintren akan terjatuh pingsan. Sintren akan sadar kembali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh pawang.
Namun saat ini tari sintren semakin jarang terlihat karena kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian budaya Cirebon. Semoga dengan adanya artikel ini masyarakat lebih mengetahui dan mencintai kesenian daerahnya sendiri yaitu Tari Sintren.

Sumber :

Seni Lukis Kaca Cirebon Yang Memiliki Nilai Sejarah Tinggi


Cirebonmedia.com– Kota Cirebon merupakan kota dengan beragam seni dan budaya yang konon katanya sudah ada sejak abad ke 17 Masehi, dan salah satu seni yaitu Lukisan Kaca yang telah dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembangannya Agama Islam di Pulau Jawa yang diperankan oleh para wali Allah,  Pada masa pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, Lukisan Kaca Cirebon sangat terkenal sebagai media dakwah Islam yang berupa Lukisan Kaca Kaligrafi dan berupa Lukisan Kaca pawayangan yang menceritakan tentang Islam.
Pengaruh Islam yang disebarkan oleh para wali juga menjadi ciri khas dari lukisan kaca Cirebon. Bahkan setelah pengaruh China, gambar-gambar yang dihasilkan seniman tradisional selalu berhubungan dengan Islam seperti gambar kabah, masjid dan kaligrafi berisi ayat-ayat Al-quran atau Hadis shahih.
lukisan kaca cirebon 500X500
Image By: Google.com
Pengaruh cerita wayang berasal dari pertunjukan wayang yang diperagakan para wali untuk menyebarkan agama Islam. Kuatnya kepercayaan tokoh wayang yang baik, membuat para pengrajin lukisan kaca selalu menampilkan tokoh seperti Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana, dan lain-lain.
Sejak itu lukisan kaca dikenal orang sebagai media dakwah dengan munculnya Lukisan Kaca Kaligrafi Islam, di mana pada setiap lukisan kaca akan banyak ditemui tulisan yang berasal dari cuplikan Ayat Al-Qur’an dan Hadist.
Semakin lama Lukisan Kaca Cirebon semakin berkembang dengan keragaman objek yang ditampilkan, objek Wayang dan objek Batikan makin mewarnai desain Lukisan Kaca Cirebon. Pada abad ke-19, lukisan kaca Cirebon cenderung mengambil tema wayang. lukisan kaca khas Cirebon mungkin tampak seperti lukisan yang dibingkai dan dilapisi kaca biasa.
 Padahal, lukisan ini justru dilukis di atas kaca. Berbeda dengan pelukis kaca dari Jawa Tengah yang biasa melukis di atas kaca dari depan dan mengandaikan kaca layaknya kanvas, pelukis kaca dari Cirebon justru melukis kaca dari belakang. Menggunakan teknik lukis terbalik dengan mechanical pen, lukisan ini memang unik dan membutuhkan keahlian tersendiri. Cat yang digunakan untuk melukis di kaca ini sama seperti cat untuk melukis di media kanvas. Pelukis kaca ini menempatkan semacam kayu panjang di antara lukisannya, untuk menyangga tangannya agar tidak menyentuh lukisan yang baru dipoles.
Namun, dalam era persaingan globalisasi, lukisan kaca kini semakin tersisih seiring membanjirnya produk-produk lain yang lebih modern. Lukisan kaca harus bersaing ketat untuk merebut perhatian konsumen. Saat ini, tidak mudah untuk menemukan penjual lukisan kaca. Beberapa penjual bisa ditemui di emperan peran pemerintah diharapkan dapat kembali menumbuhkan eksistensi lukisan kaca dikancah Internasional.

Sumber :

Rabu, 27 Januari 2016

Kesenian Daerah yang Kian Tergerus Perkembangan Zaman


Cirebonmedia.com– Perubahan dan kemajuan zaman sejatinya membawa manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Namun bila perubahan itu sendiri tidak disikapi secara bijak, justru hal tersebut akan mendatangkan dampak negatif. Perubahan tentunya menimbulkan konsekuensi tertentu seperti pergeseran nilai dan sebagainya. Disinilah diperlukannya kedewasaan diri dalam menerima perubahan yang ditawarkan oleh kemajuan zaman ini untuk tetap dapat melestarikan nilai-nilai luhur sebagai identitas bangsa.
Salah satu parameter perubahan dapat kita lihat dari perilaku generasi saat ini yang lebih menggemari budaya asing seperti pergi ke clubbing dan menikmati musik dari DJ dari pada menikmati kesenian daerah yang digelar di gedung-gedung kesenian daerah. Kebanyakan menganggap kesenian daerah sudah kuno dibandingkan kesenian asing yang masuk melalui arus globalisasi.
Menurut dosen tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Julianti Parani, tari tradisional merupakan salah satu produk budaya sebagai warisan tak benda yang merupakan bentuk perangkat lunak masyarakat masa lampau yang paling rawan menjadi korban karena termakan zaman.
Ini sungguh memperihatinkan, ketika produk kesenian daerah yang kian tergerus perkembangan zaman terutama oleh budaya asing yang masuk. Kesenian daerah adalah wajah dari bangsa ini, lalu jika masyarakat sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap kesenian daerahnya, wajah apa yang akan terlihat dari bangsa ini?
Dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah harus menjadi prioritas dalam menjaga kelestarian budaya lokal, jangan sampai kedepan kearifan lokal hilang akibat dipandang sebelah mata. Pembinaan harus dilakukan kepada generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai kebudayaan daerah.
Salah satu gerakan tari Buraq yang dipertunjukan dalam acara "Kemilau Nusantara Jawa Barat" tanggal 25 November 2007
Di Cirebon sendiri kejadian tersebut dialami para pelaku kesenian dan kebudayaan Cirebon seperti yang dilansir oleh Cirebonpos.com, Elang Panjimengatakan “berbicara tentang kebudayaan dan kesenian sekarang ini, menurutnya semakin surut jumlah pelaku seni baik dalam bentuk perorangan maupun sanggar seni yang aktif. Akan tetapi, perkmbangan kesenian dari periode 1995 sampai dengan sekarang semakin baik. Karena kesenian sudah merambah ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cirebon, meskipun masih terjadi pasang surut dalam prakteknya.
Pemerintah harus segera mengambil langkah untuk menyelamatkan kesenian tradisional, pagelaran yang menampilkan kesenian daerah harus rutin dilakukan jika tak ingin warisan ini hilang termakan oleh zaman.
Image By: google.com
Sumber :

Diterpa Kemajuan Zaman, Burok Tetap Bertahan


Cirebonmedia.com– Kota yang unik dengan perpaduan kebudayaan dan kesenian dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Arab serta Cina. Kota yang akrab dengan sebutan Kota Udang dan terkadang juga disebut sebagai Kota Wali. Cirebon sebuah kota yang terletak diantara Jawa Tengah dan Jawa Barat yang merupakan salah satu kota di Indonesia dengan berbagai ragam kesenian dan budaya serta saksi dimana sebuah peradaban maju pernah terjadi disini.
Berbicara mengenai seni dan budaya, ada salah satu kesenian yang unik dari Kota yang dimasa lampau pernah dipimpin oleh salah satu Wali tersohor yaitu Sunan Gunung Jati yang pernah membawa Cirebon berada pada masa kejayaannya. Burok merupakan kesenian yang sering digelar untuk perayaan seperti khitanan, berupa boneka besar berwujud kuda terbang yang dipanggul oleh 4 orang.
Berdasarkan penuturan dari para seniman, Kesenian ini diperkirakan muncul sekitar tahun 1934. Bermula dari seorang penduduk desa Kalimaro Kecamatan Babakan yang bernama Kalil yang membuat sebuah kreasi baru seni Badawang yaitu berupa Kuda Terbang, konon ia diilhami oleh cerita rakyat yang hidup di kalangan masyarakat Islam tentang perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dengan menunggang hewan kuda bersayap yang disebut Buroq.
Menurut cerita dari beberapa masyarakat Cirebon, pada masa itu masyarakat dikenalkan dengan kesenian burok melalui media lukisan kaca yang pada waktu itu cukup populer dan dimiliki oleh beberapa anggota masyarakat di Cirebon. Lukisan kaca tersebut berupa Kuda sembrani, seekor kuda yang memiliki sayap. Pada saat itu masyarakat Cirebon tidak terlalu asing dengan figur burok ini, atas dasar hal tersebut Kalil melalui kreativitasnya dengan melahirkan sebuah Badawang baru yang diberinama Buroq, sementara keseniannya diberi nama seni genjring Burok.
Jpeg
Jpeg
Pada saat perayaan Khitanan burok atau burokan kerap muncul seabagai seni yang menunjang kemeriahan acara yang berlangsung. Biasanya pertunjukan ini dilangsungkan pada pagi hari dan mulai berkeliling kampung di area perayaan digelar. Sebelum berkeliling kampung, ketua rombongan biasanya memastikan terlebih dahulu bahwa perlengkapan dan kesiapan rombongan sudah siap menjalankan perannya dan setelah itu membaca doa. Arak-arakan dimulai dengan berkumpulnya masyarakat dan anak yang dikhitan dinaikan ke atas boneka burok lengkap dengan pakaian khas daerah, biasanya boneka burok berwujud kuda terbang, Gajah serta Macan. Boneka burok dipanggul oleh empat orang dua di depan dan dua di belakang yang diiringi oleh alunan musik yang terdiri dari 3 buah dogdog yang berukuran besar, sedang dan kecil, 4 genjring, 1 simbal, organ, gitar, gitar melodi, kromong, suling, dan kecrek.
Burok atau burokan memiliki makna syukur kepada sang pencipta. Kesenian ini dianggap seni islami karena mengadopsi kendaraan yang digunakan oleh Rasullulah saat melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Karena kisah inilah yang sering diceritakan sebagai dongeng dari tempat-tempat pengajian yang diabadikan juga dalam lukisan-lukisan kaca.
Dengan demikianlah yang membuat masyarakat Cirebon yang mayoritas memeluk Islam mudah menerima kesenian yang satu ini. Meski zaman telah berkembang dan kebudayaan serta kesenian asing berbondong-bondong masuk ke Nusantara, Burok tetap mampu bertahan dan tetap dilestarikan oleh masyarakat di Cirebon dan bahkan tersebar sampai kebeberapa daerah seperi Kuningan, Losari dan Indramayu.


Image By: Andri “Big” Septioadi/ Cirebon Media

Sumber :

Batik Trusmi Ajak Pengunjung Hotel Metland Membatik


Cirebonmedia.com – Menurunnya minat membatik di kalangan masyarakat khususnya daerah Cirebon membuat Pusat Grosir Batik Trusmi memberikan pelayanan khusus bagi para pengunjung yang datang untuk lebih mengenal bagaimana proses membatik. Seperti salah satunya, pada Kamis lalu rombongan Metland Hotel yang datang kesini pun turut mempelajari proses pembuatan batik.
Sebanyak 30 orang lebih yang tergabung dalam rombongan Metland Hotel ini pun turut serta mengikuti proses pembelajaran membatik. Dengan didampingi para pembatik dari pihak Pusat Grosir Batik Trusmi, mereka pun diajarkan cara-cara untuk memberikan malam pada kain batik yang telah diberi pola tersebut.
“ penasaran aja bagaimana proses membatik itu, soalnya kalau diliatkan mudah gitu tapi pas saya mau nyoba tenyata susah juga yah, “ Ujar Agus salah satu rombongan dari Metlanda Hotel.
Seperti beberapa waktu lalu juga rombongan dari Bimbel Cahaya Nusantara Bekasi sempat mengikuti pembelajaran proses membatik di Pusat Grosir Batik Trusmi pada Sabtu  kemarin.
IMG_2884
Image By: Trusmi
Perlu diketahui juga bahwa di Pusat Grosir Batik Trusmi ini selain para pengunjung bisa membeli berbagai produk oleh-oleh khas Cirebon. Para pengunjung pun dapat mencoba untuk mengetahui dan belajar proses pembatikan. Untuk syarat mengikuti proses pembatikkan ini para pengunjung cukup dengan membayar Rp. 35.000 perorang sudah termasuk pewarnaan pada karya batik yang anda buat. Penasaran untuk mencoba sensasi membatik dengan pola khas Cirebon? yuh datang dan rasakan proses membatik di Pusat Grosir Batik Trusmi.
Membatik sendiri merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.  Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup.  Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.
Dengan adanya kegiatan pembelajaran membatik yang diberikan kepada masyarakat luas, semoga kedepannnya warisan budaya yang luhur ini ndapat dilestarikan melalui tangan-tangan penerus bangsa. Jangan sampai kebudayaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia ini hilang termakan zaman.

Sumber :